AMLAPURA, BALIPOST.com – Menjelang perayaan Galungan umat Hindu di Bali utamanya di Kabupaten Karangasem, mulai disibukkan dengan menyiapkan berbagai sarana dan prasarana upakara. Salah satunya berburu perlengkapan membuat penjor, buah dan bunga untuk sarana untuk membuat banten atau sesaji yang nantinya akan dihaturkan saat Hari Suci Galungan.

Menyikapi makin dekatnya perayaan Galungan, Bupati Karangasem, I Gede Dana bersama dinas terkait, juga telah melakukan kegiatan monitoring harga buah, bunga dan berbagai kebutuhan pokok lainnya yang banyak dicari dan diperlukan oleh masyarakat khususnya umat Hindu. Bupati Gede Dana juga langsung memerintahkan Kadis Perindustrian Perdagangan dan Koperasi untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan agar tetap wajar.

Baca juga:  Asyik Ikut Acara Memasak, HP Digasak Teman

Khusus untuk bahan sesaji, Bupati Gede Dana didampingi Wabup Wayan Artha Dipa, Minggu (5/6) menghimbau sekaligus menyarankan kepada masyarakat agar menggunakan Bunga Kasna. Dikatakannya, Bunga Kasna memiliki arti tersendiri bagi masyarakat Bali, karena mereka mempercayai jika Bunga Kasna adalah pemberian dari ida Betara yang beristana di Gunung Agung, warna Bunga Kasna yang putih dan bersih menjadi lambang kesucian dan kejernihan pikiran, aromanya yang sangat harum menjadi lambang daya tarik dan kewibaan, daunnya yang berwarna hijau lembut melambangkan ketenteraman hati.

Bunga Kasna sendiri merupakan tumbuhan endemik Bali, hanya tumbuh di lereng Gunung Agung yang secara turun temurun telah memberikan nilai religius, budaya, sosial, dan ekonomi kepada masyarakat Karangasem, sehingga perlu dilindungi, dilestarikan, dikembangkan, serta telah menjadi identitas Daerah dalam mewujudhan visi pembangunan daerah, Nangun Sat Kerthl Loka Bali di Karangasem Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Karungasem Era Baru yang Pradnyan, Kertha, Santhi, dan Nadi (Prakerthi Nadi).

Baca juga:  Jelang Galungan, Harga Ayam Kampung di Jembrana Naik

“Bunga Kasna merupakan bunga khas Kabupaten Karangasem yang digunakan sebagai sarana Upakara Yadnya, jadi selaku pemerintah kami menghimbau masyarakat menggunakan Bunga Kasna sebagai sarana Upakara dalam setiap perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan,” himbau Bupati asal Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem ini.

Gede Dana, menambahkan, Pemerintah Kabupaten dan Masyarakat Karangasem harus berpihak dan berkomitmen terhadap sumber daya lokal dengan berperan aktif untuk melindungi, melestarikan, mengembangkan, memberdayakan, don memanfiatken Bunga Kasna sebagai jati diri masyarakat Karangasem yang berkarakter dan berintegsitas.

Baca juga:  ”Sugihan” Jawa-Bali

Dalam perayaan Galungan dan Kuningan ini, Bupati Gede Dana mengajak masyarakat untuk meningkatkan Srada Bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, serta tetap menjaga dan melestrasikan adat, tradisi dan budaya adiluhung yang menjadi kepribadian masyarakat di Kabupaten Karangasem.

“Akhirnya kami atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Karangasem mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan, semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa menganugrahkan kedamaian dan kesejahteraan bagi kita semua,” Kata Gede Dana. (Adv/balipost)

BAGIKAN