
MANGUPURA, BALIPOST.com – Aktivitas masyarakat saat Penampahan hingga Umanis Kuningan meningkat. Termasuk mobilitas kendaraan di jalur utama Denpasar-Gilimanuk.
Mengingat proyek gorong-gorong di barat SPBU, Kelurahan Kapal, masih proses penggarapan, hal ini diprediksi memicu kemacetan.
“Kegiatan (gorong-gorong) di Kelurahan Kapal tidak sesuai limit waktu. Informasinya, dikerjakan mulai pukul 22.00 sampai 05.00 Wita, ternyata molor. Hari Minggu (30/11), saya yakin terjadi kepadatan signifikan arus lalin yang mengarah ke Denpasar,” kata Kapolsek Mengwi, Kompol Anak Agung Gede Rai Darmayasa, Sabtu (29/11).
Oleh karena itu, Kompol Darmayasa meminta personelnya yang bertugas di sana supaya lebih awal berada di lokasi proyek untuk mengatur arus lalu lintas. Tujuannya supaya tidak terjadi macet parah.
Selain itu, mantan Kapolsek Abiansemal ini mengerahkan anggotanya melaksanakan pengamanan di objek-objek wisata. Pihaknya all out melaksanakan pengamanan. Saat Penampahan sampai Umanis Kuningan diprediksi jalur dari depan Mako Polsek Mengwi sampai Sempidi terjadi kepadatan arus lalu lintas, termasuk di Pura Taman Ayun.
“Di Taman Ayun sudah mulai ada aktivitas pemasangan tenda-tenda. Biasanya Taman Ayun ramai dikunjungi masyarakat liburan,” tegasnya.
Padatnya kegiatan masyarakat yang harus diamankan, perwira melati satu di pundak ini mengimbau anggotanya menjaga kesehatan. Apalagi sedang menghadapi cuaca ekstrem. “Kita harus jaga kesehatan karena cuaca ekstrem. Kami juga menyampaikan agar beri pelayanan terbaik kepada masyarakat, harus ramah dan humanis,” ujarnya.
Perlu diketahui, di jalur utama Denpasar-Gilimanuk, tepatnya sebelah barat SPBU, Kelurahan Kapal, Badung, sedang ada proyek pembuatan gorong-gorong. Proyek tersebut milik Balai Wilayah Sungai (BWS) dan target pengerjaan selama seminggu. (Kerta Negara/balipost)










