General Manager PT PLN (Persero) UID Bali, I Wayan Udayana (dua kanan) melakukan kunjungan ke kantor Majelis Desa Adat (MDA), Kamis (2/6). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Untuk melindungi masyarakat dari bahaya sengatan listrik serta untuk menjaga keandalan pasokan listrik menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali kembali mengimbau umat untuk memperhatikan jarak aman pemasangan penjor dan atribut lainnya. Galungan dan Kuningan akan berlangsung pada 8 dan 18 Juni 2022.

General Manager PT PLN (Persero) UID Bali, I Wayan Udayana, saat melakukan kunjungan ke kantor Majelis Desa Adat (MDA), Kamis (2/6), mengatakan pemasangan penjor atau atribut lainnya, seperti umbul-umbul dan sampian penjor biasanya menggunakan bambu yang masih lembap. Hal itu berbahaya jika mengenai jaringan listrik PLN.

Baca juga:  443 Atlet Bertarung di Ajang Bupati Cup II 2018

“Kami mengimbau masyarakat supaya memperhatikan jarak aman saat memasang atribut-atribut penjor setidaknya 2,5 meter dari jaringan listrik PLN, karena bambu itu biasanya masih basah dan jika mengenai jaringan 20 kV PLN, akibatnya akan sangat fatal, itu yang harus kita hindari,” tegasnya.

Menurutnya, kelancaran pasokan kelistrikan juga akan bergantung pada jaringan listrik yang bebas hambatan. “Ketika menyambut hari raya nanti, kami berharap masyarakat dapat melaksanakan kegiatan dengan khitmad dan lancar tanpa gangguan apapun, termasuk gangguan listrik.Oleh karenanya peran aktif masyarakat dalam pemasangan penjor yang aman ini turut menentukan keandalan pasokan listrik,” jelasnya.

Baca juga:  Libur Galungan, Polisi Amankan Puluhan Obyek Wisata di Gianyar

Udayana turut mengapresiasi MDA yang mendukung PLN untuk mensosialisasikan ini kepada masyarakat. “Untuk meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai bahaya sengatan listrik ini, tentu membutuhkan peran banyak pihak termasuk MDA yang selama ini sudah mendukung kami dalam menyebarkan informasi ini,” ungkapnya.

Dia juga menyebutkan bahwa pemerintah secara kontinyu telah menerbitkan peraturan daerah yang mendukung hal ini, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten yang disosialisasikan hingga tingkat terkecil yakni perbekel di desa-desa.

Baca juga:  Bertambah Hampir 250 Kasus COVID-19, Dominasi Ada di 5 Zona Orange dan Warga Luar Bali

Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, Ketua Majelis Desa Adat Bali menyatakan kesiapannya untuk mendukung PLN dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya sengatan listrik. “Sinergi dan kerja sama yang terjalin selama ini antara PLN dan MDA tentunya untuk kepentingan krama Bali, dan ini akan terus kami dukung,” ujarnya.

Masyarakat diimbau berperan aktif melaporkan kepada petugas PLN melalui aplikasi PLN Mobile atau contact center 123 jika menemukan, mengetahui, ataupun mendengar adanya peristiwa berbahaya seperti ledakan di jaringan PLN sehingga mengakitkan listrik padam sehingga dapat segera diambil tindakan lebih lanjut. (Adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *