Program Studi Manajemen Kepariwisataan (Prodi MkP) Poltekpar Bali pelatihan penguatan penerapan CHSE dan pelayanan prima untuk mendukung kegiatan G20 di Desa Bakas, Kabupaten Klungkung. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – KTT G20 akan digelar di Bali pada November 2022. Kesiapan desa wisata dalam memberikan pelayanan akan turut menentukan citra Bali di mata pariwisata internasional.

Untuk meningkatkan kesiapan desa wisata, salah satunya Bakas, dalam menerapkan Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) yang merupakan bagian dari protokol kesehatan, Program Studi Manajemen Kepariwisataan (Prodi MkP) Poltekpar Bali melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatannya berupa pelatihan penguatan penerapan CHSE dan pelayanan prima untuk mendukung kegiatan G20 di Desa Bakas Kabupaten Klungkung.

Baca juga:  Long Weekend, Penyeberangan dari Banyuwangi Alami Peningkatan

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Kepariwisataan Poltekpar Bali Dr. Ida Ayu Putri Widawati, SE., M.Si. Ia mengharapkan kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE di area publik, destinasi pariwisata, dan di rumah-rumah penduduk serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memberikan pelayanan prima kepada wisatawan, khususnya sebagai persiapan menyambut kunjungan delegasi KTT G20.

Pelatihan digelar selama dua hari, Rabu (11/5) hingga Kamis (12/5). Pengabdian masyarakat ini merupakan kelanjutan pendampingan bagi stakeholder pariwisata di wilayah Desa Bakas, yaitu dalam bentuk penguatan.

Baca juga:  Poltekpar Bali Dukung Pengembangan SDM Destinasi Super Prioritas

Kepala Desa Bakas, I Wayan Murdana, S.Pd mengucapkan terima kasih kepada Prodi MKP yang secara konsisten dan berkesinambungan melakukan pembinaan. Potensi dan produk wisata di Desa Bakas telah disiapkan pada pengabdian kepada masyarakat Prodi MKP di 2019 dan juga kegiatan aplikasi manajemen oleh mahasiswa Prodi MKP.

Kegiatan pelatihan ini akan dilakukan dua tahap. Pertama, berupa pelatihan terkait penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE dan pelatihan pelayanan prima yang merupakan penguatan dari pelatihan yang pernah diberikan sebelumnya. Pada tahap ini akan dihadirkan fasilitator-fasilitator di bidangnya, yaitu dosen Prodi Manajemen Kepariwisataan.

Baca juga:  Pengerjaan Saluran Irigasi Subak Dlod Banjarangkan Asal-Asalan

Kedua, tahapan evaluasi yang merupakan hal yang wajib dilakukan untuk melihat sejauh mana keberhasilan dari kegiatan pelatihan tersebut. Fasilitator akan mengajak masyarakat untuk mengevaluasi secara bersama-sama tentang penerapan CHSE dan cara melayani tamu dengan baik. (Adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *