Ketua DPR RI Puan Maharani. (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Tuntutan dari mahasiswa kepada pihak pemerintah akan difasilitasi DPR. Hal itu dikatakan Ketua DPR RI Puan Maharani. “Aspirasi mahasiswa sudah diterima DPR dalam pertemuan perwakilan mahasiswa dengan pimpinan DPR,” kata Puan dalam keterangan tertulis di Jakarta, seperti dikutip dari kantor berita Antara, Selasa (12/4).

Puan mengatakan bahwa DPR siap menampung aspirasi mahasiswa terkait penolakan terhadap penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) mengelar unjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Senin (11/4). Dalam aksi itu, para mahasiswa menyerahkan empat tuntutan dan hasil kajian kepada pimpinan DPR Sufmi Dasco
Ahmad, Racmat Gobel, dan Lodewijk F. Paulus bersama Kapolri Jenderal polisi Listyo Sigit Prabowo. “Saya berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang melakukan aksi demo untuk menyuarakan aspirasinya secara damai,” kata Puan.

Baca juga:  Kasus OTT Diving Tulamben, Pemungut Retribusi Dituntut 16 Bulan

Di sisi lain, Puan menyesalkan adanya tindakan anarkis oleh sekelompok orang sehingga menyebabkan adanya korban luka.

Ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus kekerasan tersebut. “Saya mengutuk keras insiden kekerasan yang terjadi di tengah demo. Apa pun alasannya, tindakan kekerasan tidak bisa dibenarkan karena bertentangan dengan prinsip kemanusiaan,” kata Puan menegaskan.

Selain itu, Puan juga menyesalkan adanya kericuhan antara mahasiswa dan massa dari sejumlah elemen lain. Kericuhan terjadi karena massa di luar mahasiswa menuntut agar mahasiswa tetap melakukan orasi saat hendak membubarkan diri. “Tindakan seperti
itu tidak dapat dibiarkan karena telah menodai niat awal adik-adik mahasiswa yang sedang menyalurkan aspirasi secara damai,” kata Puan.

Baca juga:  Mahasiswa Tewas Tertabrak Truk, Mobil Lain yang Terlibat Kabur 

Apabila ada pelaku provokasi yang menyebabkan bentrokan, kata  dia, diproses sesuai dengan hukum yang berlalu. Puan mengingatkan hak kebebasan berpendapat harus sesuai dengan ketentuan. “Jangan sampai demokrasi tercoreng oleh tindakan oknum-oknum tertentu yang ingin memanfaatkan momen aksi demo untuk tujuan tidak baik,” katanya. (Kmb/Balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *