Rakor pengamanan Nyepi, Jumat (25/2). (BP/ken)

DENPASAR, BALIPOST.com – Polresta Denpasar menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait rangkaian hari raya Nyepi di Gedung Pesat Gatra, Mapolresta, Padangsambian, Jumat (25/2). Saat membuka rakor tersebut, Wakapolresta Denpasar I Wayan Jiartana mengimbau agar diwaspadai saat upacara Melasti karena rawan kemacetan dan pawai ogoh-ogoh riskan gesekan.

Dihadapan peserta rakor diantaranya Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dan pejabat Kabupaten Badung, AKBP Jiartana menjelaskan sebelum telah dilaksanakan rakor dari tingkat Kodya dan Pemkab Badung sampai banjar adat. “Kalau banjar adat dan desa adat melaksanakan Paruman Bumi,” ujarnya.

Jiartana mengungkapkan, instansi terkait seperti MDA sudah mengeluarkan jadwal serta keputusan bersama terkait rangkaian perayaan Nyepi dan itu hatus dipatuhi desa adat. “Pesan saya mari kita patuhi, jaga dan laksanakan rangkaian kegiatan sesuai keputusan bersama itu,” tandasnya.

Baca juga:  Diburu Selama Dua Bulan, Akhirnya Perampok Ini Ditangkap

Dasar atau pedomannya, kata dia, yaitu keputusan pemerintah pusat, mengacu Imendagri, SE Gubernur Bali dan instruksi Wali Kota Denpasar serta Bupati Badung. Oleh karena itu harus dikawal dan dilaksanakan dengan baik.

Untuk upacara Melasti mulai dilakukan pada Senin (28/2) pukul 03.00 Wita. Lokasinya di wilayah Kodya Denpasar ada 6 titik dan Badung di Pantai Petitenget.

Semua sudah terjadwal oleh MDA Denpasar. “Desa adat di Denpasar juga ada yang melasti ke Pantai Petitenget, Kuta Utara. Ada juga Desa Adat Badung dan Gianyar melasti ke Pantai Padanggalak, Denpasar Timur. Semua harus diakomodir dan layani dengan baik, terutama pelayanan lalu lintas,” ungkapnya.

Baca juga:  Sempat Wajib Lapor, Calon Anggota DPD Ditahan

Untuk jadwal dan teknis di lapangan sudah diatur..”Tolong kami dibantu dan kerja samanya. Semoga semua berjalan dengan aman, lancar dan damai. Atensi dan cermati jalur menuju lokasi kegiatan,” kata perwira melati dua asal Peguyangan, Denpasar Utara ini.

Sedangkan Pengerupukan lanjut pawai ogoh-ogoh, Jiartana menyampaikan, sesuai keputusan bersama akan dilaksanakan ketentuan tiap banjar 1 ogoh-ogoh dan hanya boleh keliling di wilayah banjar adat tersebut. “Ini rawan gangguan-gangguan kamtibmas dan lalu lintas, benturan atau gesekan. Kami tidak bisa kerja sendiri, mohon bantuan stakeholder dan pecalang,” ucapnya.

Baca juga:  Rusak Parah, Trotoar Ganggu Kenyamanan Pejalan Kaki¬†

Terkait puncak hari raya Nyepi, pihaknya mematuhi aturan yang sudah ditetapkan pemda dan desa adat. Namun jika menyangkut tugas, Polresta Denpasar bersama TNI mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
“Untuk perayaan Ngembak Geni, saya minta bantuan rekan-rekan, Pasikian Yowana dan Pecalang boleh dirayakan tapi tidak euforia berlebihan karena pandemi agar tidak meluas. Saya sangat mohon bantuan stakeholder terkait sehingga perayaan Nyepi berjalan aman, lancar, tertib dan damai,” tutupnya.(kerta negara)

Ketfoto
Polresta Denpasar menggelar rakor pengamanan rangkaian hari raya Nyepi.(ken)

BAGIKAN