Hanif Yahya. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ekonomi Bali sepanjang 2021 terkontraksi atau tumbuh minus sedalam 2,47% (ctc). Namun jika dibandingkan secara yoy (triwulan 4 2021 dibandingkan triwulan 4 2020) terjadi pertumbuhan 0,51% (yoy), dan tumbuh 4,52% (qtq atau triwulan IV 2021 dibandingkan triwulan III 2021).

Total Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) pada 2021 tercatat sebesar Rp 219,80 triliun. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Hanif Yahya, Senin (7/2) mengatakan, sektor ekonomi yang masih mendominasi adalah penyediaan akomodasi makan dan minum yang tercatat berkontribusi sebesar 16,66%.

Baca juga:  Jelang Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Krama Ngayah

Sementara dari sisi pengeluaran, kontribusi terbesar tercatat pada komponen konsumsi rumah tangga yaitu 55,55%. Dari semua sektor atau lapangan usaha, tiga sektor dengan pertumbuhan tertinggi selama 2021 (ctc) yaitu jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 5,73%, informasi dan komunikasi 2,74%, administrasi pemerintahan 0,74%.

Sedangkan pertumbuhan terendah adalah transportasi dan pergudanganan -17,50%, akomodasi makan dan minum -10,20%, pengadaan listrik dan gas -5,08%. Pertumbuhan negatif ketiga sektor tersebut cukup mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Bali karena kontraksi ketiga sektor tersebut merupakan 32% dari turunnya pertumbuhan ekonomi Bali. “Jadi penurunan ketiga sektor tersebut memberikan andil 1/3 penurunan ekonomi Bali,” ujarnya.

Baca juga:  Era Industri 4.0, Ini Puluhan Komoditas Baru Dikonsumsi Masyarakat Denpasar

Pertumbuhan negatif pada 2021 selain memang karena sektor akmamin yang belum pulih serta transportasi dan pergudangan yang notabene berkaitan dengan pariwisata, lapangan usaha listrik dan gas juga mengalami pertumbuhan negatif. Hal itu karena belum pulihnya roda perekonomian sementara listrik adalah pendukung dari kegiatan kegiatan ekonomi.

“Sehingga pentingnya listrik dalam pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari sumbangannya terhadap pertumbuhan ekonomi Bali. Sementara kegiatan usaha belum maksimal sehingga konsumsi listrik juga turun,” turun.

Baca juga:  Februari, Inflasi di Denpasar 0,39 Persen

Pada triwulan IV 2021 kasus aktif positif Covid 19 juga menunjukkan angka yang rendah akibatnya aktivitas ekonomi di Bali juga meningkat. Banyak lapangan usaha pada triwulan ini mengalami pertumbuhan positif karena adanya pelonggaran PPKM sehingga kegiatab masyarakat sudah lebih longgar dari triwulan 3. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN