Puluhan Penyu sitaan Lanal Denpasar yang diamankan dari nelayan di perairan Selatan Bali pada akhir Desember 2021 lalu, akhirnya dilepasliarkan, Sabtu (8/1) di Pantai Kuta. (BP/edi)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Puluhan Penyu sitaan Lanal Denpasar yang diamankan dari nelayan di perairan Selatan Bali pada akhir Desember 2021 lalu, akhirnya dilepasliarkan, Sabtu (8/1) di Pantai Kuta. Hadir pada pelepasan sebanyak 33 penyu hijau tersebut yakni, Wakasal, Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M., Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., bersama jajaran, Kapolda Bali Irjen. Pol. Drs. I Putu Jayan Danu Putra, S.H., M.Si., bersama jajaran, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali R. Agus Budi Santosa.

Menurut Wakasal, Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M., penyu hijau ini merupakan hewan dilindungi oleh pemerintah sesuai dengan UU no 5 tahun 1990, tentang konservasi sumber daya alam. Penyu hijau ini, kata Wakasal, sangat penting perannya dalam ekosistem di laut. Dalam hidupnya penyu hijau biasanya memakan ganggang yang menutupi permukaan laut.

Baca juga:  Cok Ace Apresiasi Penelitian Purana Pura Dasar Bhuana Gelgel

Sehingga, dengan tidak adanya ganggang yang menutupi permukaan laut, tentu sinar matahari akan bisa menembus ke bawah. Dengan demikian, plankton yang ada di laut sebagai sumber makanan ikan, juga akan bisa tumbuh subur. “Kalau planktonnya tidak ada, ikannya juga tidak akan ada. Tentu kasihan nanti nelayan kita,” ucapnya.

Pelepasan penyu ini, kata dia, merupakan barang bukti tangkapan dari Lanal Denpasar pada 30 Desember 2021. Atas koordinasi dari Kajati dengan Lanal, akhirnya barang bukti penyu ini dilepaskan ke alam.

Baca juga:  Jelang Berakhirnya Izin Lokasi Reklamasi, Massa Kembali Turun ke Jalan

Karena barang bukti yang merupakan makhluk hidup ini bila dibiarkan terlalu lama, akan bisa mati. “Dengan kita lepas, mudah-mudahan nanti bisa berkembang biak lagi, dan semakin banyak,” harapnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, agar bersama-sama untuk melindungi keberadaan penyu hijau ini. “Mari bersama-sama melestarikan lingkungan, karena lingkungan kita, adalah kehidupan kita,” ajaknya.

Saat ini, untuk pelaku yang diamankan sebanyak 21 orang, masih menjalani proses hukum. (Yudi Karnaedi/balipost)

Baca juga:  Pascarobohnya Gedung Serbaguna, SMKN 1 Tegallalang Alami Kerugian Ratusan Juta
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *