Sejumlah penumpang pesawat berjalan setibanya di Terminal 2 Kedatangan Domestik Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (2/1/2022). (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Enam kasus transmisi lokal Omicron ditemukan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, dari 162 kasus yang ada di Jakarta. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia, dikutip dari kantor berita Antara, Selasa (4/1), mengatakan bahwa kasus pertama adalah pelaku perjalanan dari Medan-Jakarta yang merupakan seorang pengusaha bersama pasangannya.

Kemudian, petugas kebersihan yang bertugas di Wisma Atlet dan dua orang yang dikarantina di Wisma Atlet. “Kemudian ada juga seorang pekerja restoran,” kata Dwi.

Baca juga:  Bendahara Sekaligus Kasir BUMDes Kertha Jaya Diadili Kasus Korupsi

Akan tetapi, dari temuan COVID-19 varian Omicron sebanyak 162 kasus di DKI Jakarta itu, sebagian besarnya adalah pelaku perjalanan luar negeri. “Kalau sebaran itu kan 162 kasus mayoritas kasus dari pelaku perjalanan luar negeri,” kata dia.

Dwi menjelaskan saat ini secara global kasus Omicron memiliki jumlah yang lebih tinggi dibandingkan varian lainnya. Karena menjadi kasus mayoritas, Dwi menyebutkan, kasus COVID-19 varian Omicron menjangkiti pelaku perjalanan luar negeri jadi lebih tinggi. “Mungkin mayoritas sudah ke arah Omicron, mungkin yang di luar negeri ya,” kata dia.

Baca juga:  Dari Salah Satu Kru KRI Nanggala-402 Asal Karangasem hingga Brigjen TNI IGP Dani Tewas dalam Kontak Tembak

Untuk mencegah penularan Omicron lebih meluas, Dwi mengatakan, setiap orang yang datang dari luar negeri menjalankan tes usap sebelum masuk karantina dan dan sehari sebelum keluar dari karantina. “Prinsipnya adalah dilakukan tes entri dan exit test. Entri itu waktu dia kedatangan, exit test itu di hari terakhir saat masa karantina untuk memastikan kondisi mereka tidak ada yang terinfeksi COVID-19,” kata Dwi.

Baca juga:  Waspada Omicron, Pengawasan Pintu Masuk Diperketat

“Kalau ternyata ada yang terinfeksi COVID-19, dilanjutkan juga dengan pemeriksaan genome sequencing, baru kelihatan variasinya apakah Omicron atau Delta, atau lainnya,” tutur dia. (Kmb/Balipost)

BAGIKAN