Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan menemukan sebanyak 21 kasus suspek campak pada awal tahun 2026. Seluruh sampel dari kasus tersebut telah dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk menjalani pemeriksaan laboratorium guna memastikan diagnosisnya.

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, mengatakan temuan kasus suspek tersebut terjadi dalam dua bulan pertama tahun ini. Pada Januari 2026 tercatat sebanyak 9 kasus, sedangkan pada Februari bertambah 12 kasus.

“Hasil laboratorium masih menunggu dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Sampel sudah kami kirim untuk memastikan apakah benar positif campak atau tidak,” ujarnya, Selasa (10/3).

Baca juga:  Kasus LPD Ped, Dua Ditetapkan Tersangka

Menurutnya, sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Tabanan terus mendorong peningkatan cakupan imunisasi Measles Rubella (MR). Imunisasi ini diberikan kepada bayi usia 9 bulan untuk mencegah penyakit campak dan rubella, kemudian dilanjutkan dengan imunisasi lanjutan atau booster pada usia 18 bulan.

Pada tahun 2026, sasaran imunisasi MR bagi bayi usia 9 bulan di Kabupaten Tabanan tercatat sebanyak 6.994 anak. Namun hingga Januari 2026, cakupan imunisasi baru mencapai 416 anak atau sekitar 5,9 persen dari target tahunan.

Baca juga:  PHRI Bali Tolak Pembangunan Kasino, Ingatkan Pariwisata Budaya

Memasuki Februari 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi 704 anak atau sekitar 10,1 persen. Sementara hingga 9 Maret 2026, capaian kumulatif tercatat 739 anak atau sekitar 10,6 persen dari total sasaran.
Dinas Kesehatan menargetkan pada akhir Maret atau Triwulan I 2026 cakupan imunisasi MR dapat mencapai 25 persen dari total sasaran. “Karena itu, kami terus mendorong masyarakat agar membawa anaknya ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan imunisasi MR,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa campak merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat menular yang disebabkan oleh virus. Gejalanya antara lain demam tinggi, batuk, pilek, mata merah hingga munculnya ruam kemerahan di tubuh.

Baca juga:  Menguatkan Pendidikan Karakter Remaja

Penularan virus campak dapat terjadi melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin, bahkan virus dapat bertahan di udara beberapa waktu setelah penderita meninggalkan ruangan. Karena itu, masyarakat diminta tidak menyepelekan penyakit ini dan memastikan anak memperoleh imunisasi lengkap sesuai jadwal.

“Vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah campak. Kami mengajak orang tua agar memastikan anaknya mendapatkan imunisasi MR secara lengkap,” tegasnya. (Dewi Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN