Direktur Poltekpar Bali Drs. Ida Bagus Putu Puja, ST.,M.Kes, melakukan audiensi dengan Kepala Balai Taman Nasional Komodo. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata telah mencanangkan 5 destinasi super prioritas di Indonesia, yakni Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo. Lima destinasi super prioritas ini merupakan bagian dari proyek 10 Bali baru yang dicanangkan pemerintahan Jokowi.

Pengembangan destinasi pariwisata ini diharapkan menjadi tumpuan menggenjot jumlah wisatawan sehingga turut membuka lapangan kerja, mendatangkan devisa, dan memacu pertumbuhan ekonomi. Untuk mendukung pengembangan destinasi Super Prioritas tersebut Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali berharap dapat berkolaborasi salah satunya dengan Labuan Bajo.

Hal itu dikarenakan banyaknya potensi pariwisata di Labuan Bajo seperti Gili Laba, Pulau Rinca, Pulau Komodo, Pulau Kanawa, Pulau Padar, Desa Adat Wae Rebo, Pulau Kelor, Danau Kelimutu, dan tempat lain.

Baca juga:  Liputan Kegiatan Presiden, Kapal Ditumpangi Wartawan Terbalik di Labuan Bajo

Direktur Poltekpar Bali Drs. Ida Bagus Putu Puja, ST.,M.Kes, disela-sela audiensi dengan Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukita Awang Nistyantara belum lama ini, berharap bisa menjalin kolaborasi. Karena menurutnya, di Labuan Bajo banyak yang bisa dikembangkan terkait potensi pariwisata. “Untuk itu, kami ingin mempelajari lebih dalam terkait destinasi super prioritas yang dimaksud. Salah satunya labuan bajo dengan taman nasional pulau komodo,” kata Puja.

Baca juga:  Korban Jiwa COVID-19 Bertambah 10 Orang, Kali Ini Termuda Berusia 25 Tahun

Lebih lanjut Puja menambahkan, ini tentunya menjadi salah satu capaian pembelajaran yang ingin dilakukan. Dalam hal ini, pihaknya akan mempelajari terkait quality tourism buka quantity tourism. “Kami akan mempelajari terkait quality tourism bukan quantity tourism,” ujarnya.

Ia sangat membutuhkan data empiris yang ada di destinasi Labuan Bajo. Pihaknya sangat berkepentingan untuk bekerjasama dengan pengelola Taman Nasional Komodo untuk pengembangan yang dimaksud. “Bentuk kerjasamanya yang sangat dibutuhkan yakni berbagai informasi data untuk analisis destinasi super premium. Kami mohon pihak Taman Nasional Komodo bisa menjadi dosen tamu, narasumber, guest speaker yang bisa dilakukan secara online. Ada juga metode branded dengan mengundang ke kampus,” tambahnya.

Baca juga:  Desa Cau Belayu Dampingan Poltekpar Bali Divisitasi Juri dari Kemenparekraf

Tak hanya itu, pihaknya di Poltekpar Bali rencananya juga menyampaikan program kedinasan dengan beasiswa. Karena di Poltekpar Bali memiliki sejumlah program studi yang tentunya dapat menjadi pilihan. “Diharapkan SDM disini (Labuan Bajo-red) bisa berminat. Kita akan komunikasikan,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukita Awang Nistyantara didampingi jajaran sangat menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Pihaknya menyampaikan berbagai hal terkakt dengan penhembangan destinasi super prioritas program dari pemerintah. (Adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *