Gedung Kantor Dinas Kesehatan Tabanan dalam upaya mengantisipasi merebaknya kasus super flu di beberapa daerah.(BP/istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Kasus infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu muncul di sejumlah wilayah Indonesia. Meski hingga saat ini belum ditemukan di Kabupaten Tabanan, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabanan tetap mengimbau masyarakat untuk waspada dan tidak lengah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, S.Ked., M.M., menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan dan laporan dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, hingga kini belum ada kasus terkonfirmasi super flu di Tabanan.

Baca juga:  Dinkes Tabanan Perjuangkan Status 13 Bidan

“Hingga saat ini belum ditemukan kasus infeksi influenza A (H3N2) subclade K di Kabupaten Tabanan. Namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan, terutama dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” ujarnya dikonfirmasi, Kamis (8/1).

Ia menjelaskan, secara umum gejala yang ditimbulkan virus tersebut serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan. Karena itu, masyarakat diminta tidak menyepelekan gejala flu, khususnya jika berlangsung lebih dari tiga hari atau disertai kondisi memberat.

Baca juga:  Ancaman Pandemi Setelah COVID-19 Tak Terelakkan, Perilaku Ini Kunci Aman Beraktivitas

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Tabanan mengimbau masyarakat untuk konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta melakukan vaksinasi influenza tahunan. Vaksinasi tersebut terutama dianjurkan bagi kelompok rentan seperti lanjut usia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.

Selain itu, masyarakat diminta tetap berada di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk dan bersin, serta segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan jika kondisi tidak membaik.

Baca juga:  Polres Bekuk Lima Pelaku Penyalahguna Narkotika

Terpisah, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya,mengingatkan masyarakat agar tidak panik menyikapi informasi yang berkembang. Namun demikian, ia menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kedisiplinan menjaga kesehatan.

“Tidak perlu panik, tetapi tetap waspada. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi dan siap mengambil langkah yang diperlukan demi melindungi kesehatan masyarakat,” tegasnya.(Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN