Warga Negara Asing (WNA) berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (29/11/2021). (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam beberapa hari terakhir terjadi penurunan tingkat testing dan tracing COVID-19 secara nasional. Hal ini pun disoroti Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali, Senin (27/12).

Dalam keterangan pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Luhut mengatakan pemerintah akan memperkuat testing dan tracing dalam memutus penyebaran COVID-19, khususnya varian Omicron. Ia menduga malasnya daerah melakukan testing dan tracing disebabkan di beberapa daerah sudah nol kasus COVID-19 harian. “Karena mungkin di beberapa tempat sudah banyak yang nol (kasus COVID-19) sehingga mereka malas melakukan testing. Namun demikian, kami himbau tetap melakukan testing ini,” ujarnya.

Baca juga:  Ekspor Maret 2021 Nasional Sebesar 18,35 Miliar Dollar

Ia mengatakan pelaksanaan testing untuk mengantisipasi orang tanpa gejala (OTG) varian Omicron. “Karena OTG ditemukan banyak sekali dalam Omicron ini. Testing membantu kita mengidentifikasi kasus dengan cepat dan mengisolasi penyebaran tersebut supaya tidak meluas,” ungkap Luhut yang juga Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini.

Disebutkannya, ada satu kasus Omicron yang lolos karena pergi dengan keluarganya, padahal pemerintah sudah menerapkan karantina khusus di Wisma Atlet agar bisa mengunci dan kasus Omicron tidak menyebar. “Jadi, begitu kita taruh, karantina semua di Wisma Atlet, kelihatan tidak berkembang (kasus Omicron), tapi kita masih tidak tahu apakah ada dari daerah lain, ada yang masuk, yang lolos. Sebab, kemarin ternyata ada satu orang yang lolos dari situ, karena pergi dengan keluarganya,” katanya.

Baca juga:  Pemerintah Siapkan Satu Juta Alat Tes Cepat COVID-19

Luhut menegaskan tidak ada permintaan-permintaan dispensasi tanpa benar-benar ada alasan kuat. “Dispensasi itu, saya ulangi, dapat diberikan dengan alasan kuat, misalnya dokter, kesehatan, ada hal-hal urgen lain. Tapi, itu ada prosedur yang harus diikuti juga,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan capaian vaksinasi umum dan lansia di Jawa-Bali juga terus meningkat. Capaian vaksinasi dosis pertama dan kedua di Jawa-Bali masing-masing telah mencapai lebih dari 80 persen dan 60 persen.

Begitu pula hasil sementara Serosurvei Nasional juga menunjukkan tingkat kekebalan masyarakat yang cukup tinggi. “Namun, masih terdapat beberapa daerah kabupaten/kota dengan vaksinasi dosis pertama di bawah 50 persen pemerintah terus mendorong peran serta pemerintah daerah untuk terus memaksimalkan suntikan vaksin di wilayahnya,” katanya.

Baca juga:  Dari PPKM Darurat Diperpanjang hingga 3 Zona Merah Laporkan Tambahan 3 Digit

Pemerintah, lanjut Luhut, juga meminta kepada seluruh daerah agar mempersiapkan kesiapan fasilitas RS dan isolasi terpusat dari sekarang untuk memitigasi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, penegakan protokol kesehatan dan penggunaan PeduliLindungi dalam masa Natal dan tahun baru juga harus terus ditingkatkan. “Hanya melalui kerjasama seluruh elemen bangsa, kita dapat menyelesaikan masalah pandemi ini,” tegas Luhut. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *