Sebuah tanda bertuliskan "Patuhi kewajiban menutup mulut dan hidung" dipasang di kawasan perbelanjaan Hohe Strasse, Cologne, Jerman, 1 Desember 2021. (BP/ant)

 

BRUSSELS, BALIPOST.com – Varian Omicron berpotensi mendominasi kasus COVID-19 di Eropa dalam beberapa bulan ke depan, namun belum ada temuan kasus parah di kawasan tersebut. Lembaga kesehatan masyarakat Uni Eropa (EU) mengatakan hal itu, Kamis (2/12).

Perkiraan itu mendukung informasi awal seputar varian Omicron yang disebut sangat menular dibanding Delta, varian corona yang sebelumnya dianggap paling menular dari varian-varian sebelumnya.

“Berdasarkan pemodelan matematika yang dilakukan oleh ECDC, ada sejumlah indikasi bahwa Omicron dapat menjadi dominan dari keseluruhan infeksi SARS-CoV-2 di UE/EEA (Wilayah Ekonomi Eropa) dalam beberapa bulan ke depan,” kata Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) lewat pernyataan, dikutip dari kantor berita Antara, Jumat (3/12).

Baca juga:  Giliran Zona Orange Ini Catatkan Belasan Warga Terjangkit

EU dan EEA meliputi 27 negara anggota Uni Eropa ditambah Islandia, Liechtenstein, dan Norwegia. Sejauh ini belum ada bukti konklusif seputar penularan Omicron, namun pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Maria van Kerkhove pada Rabu mengatakan bahwa badan PBB itu berharap dapat mengantongi datanya dalam beberapa hari ini.

Pada Kamis penasihat sains terkemuka pemerintah Prancis Jean-Francois Delfraissy menyebutkan bahwa Omicron dapat menggeser dominasi varian Delta pada akhir Januari. Hingga kini, Eropa mencatat 79 kasus varian Omicron yang pertama kali muncul di Afrika Selatan pada November, kata ECDC.

Baca juga:  Polri Siapkan Alternatif Mencegah Kepadatan Arus Balik Lebaran 2022

Sebagian dari kasus Omicron tidak bergejala dan sebagian lagi hanya menunjukkan gejala ringan. Tidak ada kasus yang menyebabkan penyakit parah, rawat inap atau kematian. “Vaksinasi bagi mereka yang belum disuntik vaksin atau yang belum mendapatkan vaksin lengkap dan booster untuk mereka yang berusia di atas 40 tahun sangat penting,” ujar Direktur ECDC Andrea Ammon melalui pernyataan. (Kmb/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *