Guru sedang mengajar di siswa di kelas saat pembelajaran tatap muka terbatas yang digelar salah satu sekolah di Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Hari Guru Nasional (HGN) diperingati pada 25 November setiap tahunnya. Peringatan ini sebagai bentuk mengenang, menghargai, dan mengapresiasi jasa para guru di Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Drs. KN. Boy Jayawibawa, M.Si., mengatakan peranan guru, khususnya guru perempuan di sekolah memang sangat diperlukan oleh para siswa. Untuk itu, saat ini kesetaraan gender dalam dunia pendidikan di Bali sudah memadai.

Baca juga:  Patroli Malam, Tim Gabungan Amankan Miras Tanpa Ijin

Hal itu terbukti dari total guru sebanyak 62 ribu, baik PNS maupun non-PNS, 60 persen atau 37 ribu di antaranya adalah perempuan. Jadi mayoritas guru berjenis kelamin perempuan. “Hal itu bukan tanpa alasan. Selain karena isu kesetaraan gender, hal itu tersebut juga dilatarbelakangi bahwa sentuhan guru perempuan terhadap anak didiknya lebih diperlukan. Mereka (guru perempuan, red) bagaikan para ibu yang mengajari anak-anaknya di rumah,” ujar Boy, Rabu (24/11).

Baca juga:  Alfamart Serahkan Sumbangan ke Pengungsi Gunung Agung

Mengenai perhatian di dunia pendidikan, ia pun mengatakan bahwa Pemprov Bali dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang salah satu tujuannya adalah untuk mensejahterakan krama Bali menjadikan sektor pendidikan sebagai salah satu program prioritas. Untuk itu, selama masa kepemimpinan Gubernur Koster, sudah begitu banyak sekolah baru dibangun, juga berbagai program pendidikan yang sangat bermanfaat baik bagi guru maupun peserta didik. (Winatha/balipost)

Baca juga:  CSR Telkomsel #InternetBAIK Digelar di Denpasar
BAGIKAN