Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama. (BP/may)

DENPASAR, BALIPOST.com – Meski telah melakukan pengangkatan ASN besar-besar baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Denpasar masih kekurangan guru. Hal ini dikarenakan banyaknya guru yang telah memasuki masa pensiun tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Denpasar, A.A. Gde Wiratama saat diwawancarai Minggu (11/1) mengatakan, Denpasar saat ini masih kekurangan sekitar 317 guru pada jenjang TK hingga SMP. Kekurangan guru tersebut hampir merata di semua jenjang. “Dari TK, SD, SMP banyak kekurangan guru di Denpasar untuk tahun ini,” kata Wiratama.

Baca juga:  Anak SMP Hilang, Keluarga Gunakan Gambelan Mencari

Dengan kondisi tersebut, kata dia, saat ini sekolah mengangkat guru sendiri untuk memenuhi kekurangannya. Untuk pembiayaan, sekolah menggunakan anggaran dari uang komite. “Kita masih disuport oleh uang komite, mudah-mudahan segera kita mendapatkan guru,” katanya.

Sementara untuk merekrut guru kontrak lagi belum diperbolehkan. Pengajuan penambahan guru kontrak ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) telah dilakukan, namun belum terealisasi. Dengan terbenturnya aturan tersebut membuat penggajian guru untuk melengkapi kekosongan diambil dari iuran komite.

Baca juga:  Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Bupati Suwirta Tegaskan Guru Harus Kuasai IT

Sebelumnya pada tahun anggaran 2024 pemerintah telah merekrut PPPK dalam dua gelombang. Ada 4.602 formasi PPPK yang diajukan Pemkot pada tahun 2024.

Dari jumlah tersebut guru berjumlah 432 formasi PPPK, kemudian ada tenaga kesehatan 59 PPPK, dan tenaga teknis 4.111 formasi PPPK. Demikian atas pengajuan tersebut total 4.421 PPPK telah dilantik pada 2025 dalam 2 gelombang. (Widiastuti/bisnisbali)

BAGIKAN