Proses penjemputan OTG-GR untuk dibawa ke tempat isoter. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung, memangkas kapasitas isolasi terpusat (Isoter) seiring menurunnya kasus terkonfirmasi yang masuk kategori orang tanpa gejala dan gejala ringan (OTG-GR) COVID-19. Koordinator Komunikasi Satgas COVID-19 kabupaten Badung, IGN Jaya Saputra saat dikonfirmasi Minggu (24/10) membenarkan perihal tersebut.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Badung, Pemkab Badung kini hanya memanfaatkan tiga lokasi isoter. “Iya kami mengurangi tempat Isoter dengan turunnya angka positif COVID-19,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya saat ini hanya menggunakan tiga tempat untuk isoter COVID-19. Tempat yang masih dimanfaatkan adalah Bakung Beach, Wisma Bima I, dan Wisma Bima II.

Baca juga:  Sambut Baik Pembukaan Pariwisata, Diingatkan Tetap Disiplin Prokes

Sebelumnya, Pemkab menyediakan sejumlah tempat Isoter meliputi Bakung Beach, Hotel Made Bali, Bakung Sari, Wisma Bima 1 dan Wisma Bima 2. Kelima hotel ini memiliki daya tampung 700 orang.
“Tiga tempat yang saat ini masih dipakai memiliki kapasitas 241 orang. Sedangkan jumlah pasien yang masih diisoter 22 orang. Bahkan, dari tiga tempat Isoter yang kami sediakan satu tempat, yakni Wisma Bima I kosong,” terangnya.

Disebutkan, dari tiga tempat yang dimanfaatkan, Bakung Beach memiliki daya tampung mencapai 150 orang, disusul Wisma Bima I menampung 46 orang, dan Wisma Bima II menampung 45 orang. “Kami berharap tidak ada lagi lonjakan kasus positif, sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal,” harapnya.

Baca juga:  Dua Pasien COVID-19 Meninggal Terbaru di Badung, Detailnya Seperti Ini

Dikatakan, berbagai upaya telah dilakukan untuk penanganan COVID-19 di Badung. Mulai dari edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pelaksanaan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak), vaksinasi termasuk menyiapkan tempat Isoter. Selain itu telah dibentuk tim percepatan Tracing dan Testing berbasis Desa/Kelurahan.

“Kami bersama tim akan terus mendorong agar 3M ini menjadi budaya di masyarakat. Selain itu kami akan terus turun ke masyarakat bersama Instansi Vertikal dan Majelis Madya memberikan sosialisasi, agar masyarakat dapat membatasi kegiatan keagamaan, untuk menekan penyebaran COVID-19,” jelasnya.

Baca juga:  Demi Lebaran Aman, Prokes Harus Diperketat

Mantan Camat Mengwi ini berharap masyarakat tetap taat terhadap Protokol kesehatan (Prokes), sehingga tidak menimbulkan penambahan kasus baru, terlebih kluster baru COVID-19. “Untuk menghindari adanya kluster baru, kami berharap jangan dulu kita melakukan euforia di luar daripada kapasitas, tetap Prokes ketat,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN