Pengolahan - Salah satu kegiatan pengolahan dan pemilahan sampah di Peh Kaliakah. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Salah satu upaya untuk mengurangi tumpukan sampah di TPA Peh, Kaliakah dengan membiasakan pemilahan sampah di desa/kelurahan. Pengolahan sampah terpusat di eks gedung Kompos Peh dan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di desa/kelurahan, masih tergolong kecil mengurangi residu yang akhirnya dibuang di TPA Peh. Sebab, belum masif seluruh desa menerapkan. Sehingga, setiap hari, puluhan ton sampah baru dibuang ke TPA.

Yang paling penting, adalah kesadaran masyarakat untuk memulai melakukan pemilahan sampah. Sehingga sistem pengolahan sampah TPS3R yang didukung mesin pencacah sampah dan pengayak kompos lebih efektif dan efisien dalam pengolahan.

Baca juga:  Didemo, Ini Reaksi AWK

Saat ini dari 51 Desa/Keluarahan di Jembrana baru sebagian kecil desa yang sudah memiliki TPS3R ini. Dari data, Minggu (10/10), baru sepuluh desa atau kelurahan yang memiliki TPS3R. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana I Wayan Sudiarta kepada wartawan mengatakan pemerintah terus mendorong desa/kelurahan lainnya untuk juga membentuk TPS3R di wilayahnya.

Sambil itu berjalan, pengelolaan sampah terpadu yang terpusatkan di Peh, melibatkan pihak ketiga mulai Mei tahun 2021. Perusahaan yang bekerjasama dengan pemerintah daerah itu membantu mengelola sampah dengan mengambil sampah dari setiap rumah warga dan memilahnya di Peh. Tetapi selama setahun ini, dari laporan partisipasi masyarakat guna pengelolaan sampah terpadu ini masih minim.

Baca juga:  Bagian Farmasi Salah Baca Resep Dokter

Dari total 14.000 kepala keluarga yang ditargetkan mengikuti program baru 4000 orang yang mengikuti. Semisal di Desa Cupel, dari total ada 1228 kepala keluarga, hanya 139 yang berpartisipasi. Kecilnya partisipasi ini dianalisa disebabkan masyarakat masih keberatan terkait nominal iuran bulanan, masih adanya lahan untuk membuang dan membakar sampah.

Meski demikian, program pengelolaan sampah terpadu ini, sedikit tidaknya mampu mengurangi kebocoran sampah yang dibuang ke lingkungan. Termasuk residu yang masuk ke TPA karena telah diolah atau dipilah. (Surya Dharma/Balipost)

Baca juga:  Konsep "Green Growth" untuk Pengelolaan Pariwisata Bali

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *