CEO Asuransi Astra Rudy Chen, Rabu (29/9) memperlihatkan produk Garda Healthtech. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Selama pandemi COVID-19, sektor kesehatan menjadi fokus perhatian masyarakat. Ada budget khusus yang disisihkan untuk membeli produk kesehatan, seperti hand sanitizer, masker, dan vitamin untuk menjaga kesehatan anggota keluarga. Demikian dikemukakan CEO Asuransi Astra Rudy Chen, Rabu (29/9) dalam keterangan pers yang dipantau lewat zoom meeting dari Denpasar.

Namun, dikatakan Rudy, di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan ini tidak dibarengi dengan peningkatan kepemilikan asuransi kesehatan. Diakuinya, ada peningkatan kepemilikan asuransi kesehatan sekitar 30 persen dibandingkan sebelum pandemi, namun masyarakat tidak serta merta membeli asuransi.

Disebutkannya, ada sejumlah hambatan yang menyebabkan masyarakat enggan membeli asuransi kesehatan. Salah satunya, literasi terkait asuransi masih kurang.

Baca juga:  Presiden Sebut 8 Bandara Ini Berpotensi Jadi "Hub" dan "Super Hub"

Selain itu, produk asuransi kesehatan yang ada saat ini juga kurang beragam sehingga kurang bisa disesuaikan dengan kebutuhan calon pembeli. Selain itu, proses klaim juga rumit dan harga yang kurang terjangkau.

Dikatakannya pihaknya yang sudah sejak 2008 melakukan bisnis asuransi kesehatan, melihat peluang di sektor layanan kesehatan secara digital. Sehingga, pihaknya mengeluarkan produk Garda Healthtech yang bekerjasama dengan Halodoc.

Ada 3 paket perlindungan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. “Kita ingin memberikan pelayanan untuk seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Dengan digital, jarak sudah tidak masalah lagi,” sebut Rudy.

Ini, sebutnya, merupakan yang pertama di pasar karena mengombinasikan antara online dan offline. Untuk targetnya, ia berharap produk ini bisa memenuhi kebutuhan sebagian besar masyarakat Indonesia.

Baca juga:  Asuransi Astra Salurkan 125 Paket Sembako di Denpasar

Director-In-Charge Astra Financial & Logistic, Suparno Djasmin menambahkan Garda Healthtech merupakan kerjasama Asuransi Astra dengan Halodoc. Ia mengatakan dalam dua tahun menghadapi pandemi, ada suatu kenormalan baru di masyarakat, yaitu adopsi digital dan transaksi. “Tentu, kita harus terus berinovasi untuk menyesuaikan kondisi kenormalan baru di masyarakat dalam menghadapi pandemi ini,” jelasnya.

Ia mengaku optimis produk ini dapat diterima dengan baik karena harganya terjangkau tapi jangkauan layanannya cukup luas. Terlebih, dengan pengalaman 65 tahun, ia menilai produk ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan asuransi kesehatan yang baik.

Lebih jauh, Suparno menjelaskan Asuransi Astra sebagai perusahaan asuransi yang menyediakan produk asuransi kendaraan bermotor dan asuransi kesehatan, berinovasi dengan penjualan produk lewat Halodoc. Saat ini, lanjutnya, Asuransi Astra sudah melayani 3,5 juta pelanggan di Indonesia.

Baca juga:  Percepat Cakupan Vaksinasi, Kemenkes Gandeng Halodoc untuk Layanan "Drive-Thru"

Ia mengemukakan alasan bekerjasama dengan Halodoc karena layanan digital ini memiliki produk yang sangat baik. Di tengah pandemi, banyak inovasi dan inisiatif yang dilakukan layanan digital ini dan penerimaannya di masyarakat sangat baik. “Produk Garda Healthtech ini merupakan upaya untuk ikut terlibat lebih dalam meningkatkan digital inklusion di masyarakat,” imbuhnya.

CEO dan Co-Founder Halodoc, Jonathan Sudharta mengatakan ini merupakan upaya memberikan kemudahan layanan proteksi kesehatan untuk masyarakat Indonesia. Diakuinya, ini merupakan sesuatu yang baru dan berupaya dikembangkan sehingga masyarakat bisa memperoleh layanan kesehatan yang diperlukan. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *