Salah satu sudut ruang isolasi COVID-19 di RSUD Klungkung yang kosong. (BP/Dokumen)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Setelah melewati masa-masa sulit, kasus COVID-19 nampak mulai jauh menurun. Bahkan, ruangan isolasi pasien COVID-19 di RSUD Klungkung sebagian besar sudah kosong. Situasi demikian terjadi setelah jumlah pasien turun drastis dalam sepekan terakhir.

Saat ini Klungkung sudah masuk ke dalam zona kuning. Perubahan zona mengikuti situasi yang sudah terkendali, berkat gencarnya vaksinasi. Angka kesembuhan juga semakin cepat karena ketepatan dalam pelayanan kesehatan. Pasien-pasien pun menjadi lebih cepat sembuh, sehingga banyak ruangan isolasi sekarang kosong.

Salah satunya seperti di Gedung Basement atau lantai bawah Gedung Vaviliun RSUD Klungkung. Kondisinya sudah sepi karena semua pasien di gedung ini sudah pulang, setelah sebelumnya sempat penuh pasien pada Agustus lalu. Didalam ruangan hanya terdapat tempat tidur pasien dan alat kesehatan serta TV. “Jumlah pasien sekarang tinggal 13 orang. Ini pun kondisinya sudah mau pulih dan segera akan dipulangkan,” kata Direktur RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma, Jumat (24/9).

Baca juga:  Naik Dua Kali Lipat dari Sehari Sebelumnya! Tambahan Warga Bali Meninggal dan Terjangkit COVID-19

Saat pasien membludak, kapasitas ruang isolasi pasien COVID-19 sempat ditambah hingga berkapasitas 137 ruangan. Namun, sekarang dengan pulihnya situasi, ruangan-ruangan ini juga dikembalikan lagi menjadi ruangan pelayanan umum. Saat ini rata-rata pasien yang datang ke RS, dibawah 5 orang setiap harinya, baik dari Klungkung, Gianyar, Karangasem dan Bangli.

Ada tiga ruangan dialihkan kembali sebagai ruang perawatan pasien umum, ruang jambu, ruang ceremai dan vaviliun. Ia berharap tren ini terus berlanjut dan masyarakat tetap taat melaksanakan prokes. Sehingga pandemi bisa dilalui dan ekonomi segera kembali pulih.

Baca juga:  Data Pasien COVID-19 di Bali Diduga Bocor, Memang Mau Diapain Datanya?

Ketua Satgas COVID-19 Klungkung Nyoman Suwirta sempat mengecek situasi terkini ruangah isolasi ini dan memastikannya segera dialihkan lagi menjadi tempat pelayanan umum. Suwirta menegaskan, situasi ini harus disyukuri karena ketaatan masyarakat. Saat prokes dilaksanakan dengan benar maka kasus bisa turun sehingga pelayanan rumah sakit berjalan normal.

Maka ia berpesan kepada masyarakat agar situasi ini terus dapat ditingkatan agar jangan ada gelombang kedua ketiga dan seterusnya. Karena ini akan membuat semakin sulit langkah recovery. Untuk diketahui angka vaksinasi untuk Provinsi Bali khusus pada tahap pertama sudah mencapai 96,78 persen.

Baca juga:  Hadir Dalam Kampanye Paslon, 12 Perangkat Desa Dinyatakan Melanggar

Sedangkan untuk tahap kedua sudah mencapai 74 persen. Maka, proses vaksinasi terus digencarkan petugas kesehatan agar momentum ini dapat terus bergerak ke arah yang lebih baik. Proses vaksinasi tetap gencar dilakukan menyasar desa-desa secara bergiliran, agar prosesnya menjadi lebih cepat dan sesuai target. (Bagiarta/Balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *