Manager DLS Sales Operations Support Area Jawa Bali Telkomsel Erfan Sucahyo bersama pemeran film “Kau dan Dia” pada sesi tanya jawab Webinar Asyik Bersama Digital, Maksimal dengan Merdeka Belajar yang digelar secara virtual, Kamis (23/9). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Menjadi generasi muda di era serba digital sekarang ini memang tidak mudah. Jika terlalu asyik dengan digital, rentan terjerumus ke hal-hal negatif. Untuk itu, Telkomsel berupaya mengedukasi para remaja dalam memaksimalkan teknologi digital agar menghasilkan karya positif.

Salah satunya lewat webinar yang menghadirkan talenta muda di dunia digital yang berprestasi. Menurut General Manager DLS and Direct Sales Telkomsel Area Jawa Bali, Agus Priyanto, Kamis (23/9), pihaknya berupaya memberikan solusi bagi generasi muda untuk berprestasi dengan memanfaatkan teknologi digital. Dalam kegiatan webinar yang diselenggarakan Telkomsel Area Jawa Bali dengan “Asyik Bersama Digital Maksimal Bersama Merdeka Belajar, para guru dan pelajar diajak menyimak kisah sukses para talenta muda. Juga menghadirkan psikolog, Lohjinawi, agar peserta memperoleh masukan sehingga pelajar bisa berprestasi dan para guru bisa mendukung talenta anak didiknya.

Ia mengatakan, webinar yang digelar Telkomsel kali ini tidak sekadar membahas soal belajar tetapi bagaimana para pengajar (guru) dan peserta didik (pelajar) mampu mengembangkan potensi diri menjadi seorang influencer di lingkungan terdekat. Target peserta webinar di kisaran 1.000 orang. “Sebagai guru tidak cukup sekadar bisa mengajar saja, tapi harus bisa menjadi seorang influencer
yang memberikan pengaruh positif bahkan menjadi idola bagi muridnya. Apa yang dilakukan oleh seorang guru pasti akan ditiru muridnya. Begitu pula dengan pelajar tentunya dengan mengembangkan potensi dirinya secara maksimal akan memberikan pengaruh yang baik bagi keluarga dan sekolah,” ungkap Agus.

Baca juga:  22 Tahun, Telkomsel Memajukan Negeri

Dalam webinar juga dihadirkan seorang Gamer dan Humas Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) Jawa Tengah. Mereka berdua, kata Agus Priyanto, akan membuat semarak webinar dengan apa yang akan disampaikan kepada peserta, terutama mengajak untuk nge-Game sehat bareng
Telkomsel.

“Saat ini game sudah dimanfaatkan sebagai tools yang bisa mendukung para pelajar berprestasi di bidang e-sport baik di tingkat lokal maupun mancanegara. Cukup banyak anak muda Indonesia berjaya di kompetisi e-sport tingkat internasional. Nah, hal-hal seperti inilah yang harus diketahui para guru maupun pelajar bagaimana memanfaatkan game menjadi sesuatu yang bermanfaat dan menambah prestasi pelajar. Selain itu anak-anak sekolah juga bisa di arahkan untuk menjadi lebih positif, kreatif melalui game bahkan mungkin bisa menjadi atlet E-sports atau menjadi
caster,” papar Agus.

Baca juga:  Bank BUMN Diminta Segera Turunkan Suku Bunga

Dalam kesempatan itu, hadir pula secara online Anneth Delliecia dan Azahra Leola Wicuda atau yang lebih dikenal dengan Zara Leola, pemeran film “Kau dan Dia.” Menurut Agus, mereka adalah talenta muda berbakat.

Mereka bisa menjadi inspirasi para pelajar karena Anneth dan Zara juga pelajar namun masih bisa membagi waktu untuk berprestasi di bidang seni peran dan meramaikan industri perfilman.

Agus lebih lanjut menambahkan, webinar “Asyik Bersama Digital Maksimal Bersama Merdeka Belajar” ini sebenarnya kegiatan untuk ikut menyukseskan edukasi dari program nasional Telkomsel yakni Program Merdeka Belajar Jarak Jauh (MBJJ) yang dilaksanakan sejak pandemi COVID 19. “Kita di area Jawa Bali tentunya ikut berperan untuk mendukung program tersebut dan selaras menyukseskan
program bantuan kuota internet dari pemerintah agar bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para pelajar dan pengajar.”

Baca juga:  Mematikan Paket Data saat Nyepi Jadi "Lesson Learning" untuk Telkomsel

Ia menyebut webinar ini juga akan diadakan di skala regional yakni di Jawa Timur, Jawa Tengah & DIY, serta Bali Nusra dengan konsep tema yang berbeda. “Untuk pelaksanaannya menyesuaikan dengan masa pemberian bantuan kuota internet untuk dunia pendidikan yang sudah dicanangkan pemerintah,” jelasnya.

Anneth dan Zara dalam bincang dengan pelajar dan para guru ini mengutarakan cara membagi waktu sehingga bisa tetap berkarya dan menuntut ilmu. Meski usia mereka masih belia, namun keduanya juga mampu memotivasi para pelajar sehingga tidak cepat putus asa dalam menjalani kehidupan, terutama saat berada di titik terendah. “Hidup memang berat, tapi harus dijalani,” cetus Anneth.

Sementara Zara mengatakan bahwa remaja harus selalu berpikir positif. “Jika kita bawa positive vibe (getaran positif), maka positive vibe juga yang diperoleh,” saran Zara yang merupakan putri sulung, Enda, anggota grup band Ungu ini. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *