Arsip - Seorang musisi memainkan piano di zona pejalan kaki di tengah wabah COVID-19 di Konstanz, Jerman, Desember 2020. (BP/Ant)

BERLIN, BALIPOST.com – Pesta dansa di sebuah kelab di Kota Muenster, Jerman bagian barat, menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19 dikota tersebut. Kata media setempat, sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara, Rabu (15/9), sedikitnya ada 63 orang terbukti positif COVID-19 pada Selasa (14/9).

Otoritas dikejutkan dengan tingginya infeksi COVID-19 sebab hanya orang-orang yang sudah menerima vaksin atau telah sembuh. Keduanya diyakini memiliki imunitas terhadap penyakit itu, yang diizinkan untuk menghadiri pesta. Selama pesta berlangsung hampir 380 orang berada di kelab tersebut dan sejauh ini 63 orang di antaranya dinyatakan positif COVID-19, demikian penyiar WDR mengabarkan.

Baca juga:  Pasien COVID-19 di Bali Terus Bertambah, Imbauan Pemerintah Masih Kurang Berhasil

Menurut laporan, banyak di antara mereka yang hanya mengalami gejala ringan. Sejumlah negara bagian dan kota di Jerman telah melonggarkan pembatasan COVID-19 bulan lalu dan mengizinkan restoran, kafe dan kelab membuka kembali area dalam ruangan mereka. Namun, hanya orang-orang yang menunjukkan bukti vaksinasi atau penyintas COVID-19 yang diperbolehkan masuk.

Aturan masuk yang baru kerap disebut sebagai “aturan 2G”, dari bahasa Jerman Geimpfte (sudah vaksin) dan Genesene (sembuh). Namun para kritikus mengatakan aturan itu membuat penerima vaksin merasa tidak aman, sebab studi baru-baru ini menunjukkan bahwa individu-individu yang telah menerima vaksinasi masih dapat tertular dan menularkan virus ke yang lain. (Kmb/Balipost)

Baca juga:  NATAS Travel Fair 2018, Kopi Jadi Daya Tarik Promosi

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *