Kejadian bencana di Bangli yang terjadi pada Januari lalu. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bangli sepanjang Januari 2026 mengakibatkan banyak kejadian bencana. BPBD-DAMKAR Bangli mencatat sebanyak 45 kejadian terjadi di empat kecamatan dengan estimasi kerugian fisik bangunan mencapai Rp2.145.000.000.

Dari total kejadian tersebut, angin kencang dan pohon tumbang menjadi bencana yang paling dominan sebanyak 40 kejadian. Selain itu, tercatat 3 kejadian tanah longsor, 1 banjir bandang, dan 1 evakuasi warga terjebak kejadian membahayakan.

Baca juga:  Pastikan Untuk Kesejahteraan Rakyat, Bupati Mahayastra Dukung TMMD ke-108

Sementara itu, dari empat kecamatan, kecamatan Kintamani menjadi wilayah dengan frekuensi bencana tertinggi sebanyak 18 kejadian, disusul Kecamatan Susut 12 kejadian, Tembuku 9 kejadian, dan Bangli 6 kejadian. Dampak dari kejadian bencana tersebut menyebabkan satu orang mengalami luka ringan, sementara korban meninggal dunia nihil.

Kepala Pelaksana BPBD-DAMKAR Bangli I Wayan Wardana, menyatakan bahwa data ini bersifat dinamis. Bisa jadi kejadian belum sepenuhnya terlaporkan/terinput. “Data dibuat mengacu pada penanganan langsung oleh TRC BPBD bersama stakeholder terkait serta berdasarkan laporan/informasi tertulis yang masuk ke BPBD-DAMKAR,” terangnya, Minggu (1/2).

Baca juga:  9 Tips Percaya Diri dalam Public Speaking, Dijamin Nggak Grogi Lagi

Terkait penanganan dampak bencana dilakukan secara lintas sektor. Terhadap kerusakan pada fasilitas pribadi dan masyakarat akan di fasilitasi berupa bantuan keuangan Provinsi sesuai Pergub Bali 54 Tahun 2025. Sedangkan terhadap kerusakan yang terdampak pada sektor perumahan, diberikan bantuan paket sandang dan pangan yang disalurkan oleh Dinsos Bangli, BPBD-DAMKAR, PMI Bangli, serta Dinas PKP melalui Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD). (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Tunggu Alat Berat, Longsor di Pupuan Ditangani Manual

 

BAGIKAN