Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster didampingi Kadisperindag Provinsi Bali, I Wayan Jarta saat technical meeting bagi calon peserta Pameran Bali Bangkit, Minggu (12/9). (BP/Win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pameran Bali Bangkit yang digelar Dekranasda Provinsi Bali bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali telah terbukti membantu perekonomian Bali yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Hal ini terlihat dari capaian para perajin pada pameran sebelumnya. Untuk itu, Pameran Bali Bangkit pun akan kembali digelar. Ungkap Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster dalam technical meeting bagi calon peserta Pameran Bali Bangkit di Ruang Rapat Gedung Gajah Jayasaba, Kediaman Resmi Gubernur Bali, Denpasar, Minggu (12/9).

Meskipun pencapain para perajin telah baik, namun Putri Suastini Koster mengingatkan agar perajin tidak boleh berpuas diri. Karena para perajin harus tetap menjaga kualitas kerajinan daerah Bali yang merupakan warisan leluhur. Apalagi, kerajinan yang dipamerkan dan dijual merupakan cerminan masyarakat Bali. Sehingga, pada pameran kali ini Dekranasda Provinsi Bali telah menetapkan berbagai aturan bagi pelaku UMKM/IKM yang berpameran. “Hal-hal yang perlu diperhatikan, seperti tidak boleh memamerkan produk kerajinan tiruan songkek/endek serta berbagai jenis kerajinan dari alpaka,” tegasnya dalam rapat yang juga dihadiri Kadisperindag Provinsi Bali, I Wayan Jarta ini.

Baca juga:  Era Baru Setelah COVID-19

Istri Gubernur Bali Wayan Kostwr ini menegaskan hal tersebut penting ditetapkan. Sebagaimana telah dijalankan pada pameran-pameran sebelumnya. Hal ini sebagai upaya memuliakan warisan leluhur. “Tugas kita mempertahankan warisan leluhur yang sudah dibuat susah payah. Salah satunya dengan mempertahankan kualitas. Jangan malah kita sendiri yang merusaknya hanya karena tergiur untung sesaat,” tegasnya.

Putri Suastini Koster, mengungkap bahwa semenjak diangkat menjadi Ketua Dekranasda, pihaknya terus berupaya memperjuangkan produk kerajinan agar bisa sejajar dengan berbagai produk mewah di pusat perbelanjaan. “Bayangkan, dulu barang kerajinan kita digelar begitu saja di pinggir mall. Saya tidak mau, lalu saya berjuang agar bisa di-display menyamai produk mewah di mall. Sekarang para pengerajin sudah bisa buka stand di mall-mall di seluruh Bali. Kami juga sudah membuat e-commerce yaitu BaliMall.id untuk pelaku UMKM/IKM memasarkan produknya secara online. Manfaatkan itu semua,” tandasnya.

Baca juga:  Pascatemuan Siswa Terkonfirmasi COVID-19, Tiga Sekolah di Batam Ditutup Lagi

Perempuan multitalenta ini berpesan kepada para perajin untuk selalu berbuat jujur saat berjualan. Sebab, hal tersebut bisa menjadi salah satu penilaian para pembeli. “Jangan barang yang harganya Rp 1 juta dijual Rp 10 juta kepada istri pejabat. Itu salah. Rejeki sudah ada yang mengatur, jika seperti itu berarti anda sudah mengambil rejeki anda duluan dan tentu nantinya susah jualan lagi,” ujarnya.

Baca juga:  Gelar Operasi Masker di Jalan Hayam Wuruk, Sejumlah Warga Didenda

Kadisperindag Provinsi Bali, I Wayan Jarta mengatakan bahwa Pameran Bali Bangkit 2021 yang akan dibuka tanggal 15 September 2021 yang akan diisi dengan pameran luring dan daring (melalui balimall.id). Pameran dipusatkan bertempat di Taman Budaya, Denpasar. Dalam pameran yang berlangsung satu bulan itu, ada beberapa aturan tambahan yang ketat yang perlu dipatuhi para peserta. “Peserta pameran sudah harus divaksin dua kali dan harus mengunduh aplikasi pedulilindungi.id untuk menunjukkan barcode sudah divaksin,” jelasnya.

Dijelasan, tujuan dari Pameran Bali Bangkit ini untuk membangkitkan perekonomian Bali saat dan pasca pandemi Covid-19 dengan meningkatkan produktivitas para UMKM/IKM di Bali. Selain itu, pameran ini juga bertujuan untuk meningkatkan akses pasar produk para perajin di dalam maupun luar daerah. (Winatha/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *