GIANYAR, BALIPOST.com – Peniadaan pawai ogoh-ogoh di Gianyar sudah disepakati. Bahkan hal ini pun sudah diungkapkan Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Rabu (18/3).

Menurut Perbekel Sukawati I Dewa Gede Dwi Putra sudah ada kesepakatan bersama terkait pawai ogoh-ogoh yang merujuk pada himbauan Gubernur Bali dan Bupati Gianyar. “Hasil kesepakatan tadi mengacu pada surat edaran, untuk tidak mengadakan ogoh-ogoh di seluruh Kabupaten Gianyar, penggarapan ogoh ogoh tidak ada,” katanya saat ditemui usai rapat di Mapolres Gianyar.

Dikatakan hasil rapat di Ruang Serba Guna Polres Gianyar sudah disepakati semua unsur mulai dari Karang Taruna, Perbekel, Bendesa Adat, Camat, TNI dan unsur lainya. Selanjutnya hasil kesepakatan ini akan disampaikan kembali ke wilayah masing-masing. “Kami juga akan turun ke masing-masing sekaa taruna menyampaikan hasil kesepakatan ini, makanya besok, ketua karang taruna kita undang, rapat menyangkut keputusan bersama ini,” katanya.

Baca juga:  RSUD Sanjiwani Miliki Alat Percepatan Kesembuhan Pasien Covid -19

Pihaknya sendiri di Desa Sukawati sudah rutin menggelar pawai ogoh-ogoh. Bahkan tahun ini sudah ada 13 lebih ogoh-ogoh yang siap diarak. “Karena kita juga rencananya akan melaksanakan pawai yang bertempat di Pura Dalem Sukawati, itu yang resmi 13 tapi masih dihitung,” katanya.

Menyikapi aspirasi sekha taruna terkait keputusan ditiadakannya pawai ogoh-ogoh ini, Perbekel Sukawati mengaku itu hal yang wajar. Ia pun kembali mengingatkan keputusan ini diambil karena situasi terkait COVID-19. “Ini terkait situasi kondisi dan menyikapi surat edaran dari bapak gubernur dan bupati, ini wajib ditaati mencegah penyebaran COVID-19,” katanya.

Baca juga:  Kembangkan Potensi Desa Adat, Wujudkan SDM Bali Berkualitas

Sementara Perbekel Tampaksiring, Made Widana mengatakan meniadakan pawai ogoh-ogoh menjadi keputusan berat, namun ini menjadi hal penting demi keselamatan. “Demi keselamatan masyarakat pada seluruh desa di gianyar. Ini keputusan berat yang mungkin tidak menyenangkan, tetapi berdampak positif untuk keselamatan,” katanya.

Pihaknya pun mengimbau sekaa taruna-taruni yang sudah bersusah payah membuat ogoh, untuk tenang dan mengikuti intruksi pemerintah. Khusus untuk di Desa Tampaksiring, ia berjanji bila wabah corona sudah terhenti, akan menyelenggarakan pawai khusus untuk mengarak ogoh-ogoh. “Kalau situasi sudah bagus dan memungkinkan pada acara tertentu akan dipakai momen pawai ogoh-ogoh,” jelasnya.

Baca juga:  Desa Adat Samsam Rancang Pasar Desa Berkonsep "Rest Area"

Pengurus Karang Taruna Desa Tampaksiring, Agus Antara Putra menyampaikan kekecewaan terkait kondisi ini. Namun pihaknya memahami masalah COVID-19 bukan hanya di Bali atau nasional, melainkan sudah menjadi persoalan internasional. “Terpenting sekarang penyampaian ke sekaa taruna di masing-masing banjar itu. Tidak semua orang bisa legowo menerima keputusan seperti ini, apalagi sekaa taruna yang sudah berbulan-bulan membuat ogoh-ogoh dengan dana yang minim kalau di sini, itu yang membuat kecewa,” katanya. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN