Parade ogoh-ogoh yang digelar pada Sanur Metangi, Kamis (12/3/2026). (BP/wid)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tradisi ogoh-ogoh menjadi daya tarik saat ini termasuk di kawasan pariwisata. Di Sanur, ogoh-ogoh ini dikemas secara lebih kreatif lewat event Sanur Metangi 2026 dalam rangka menyambut Tahun Baru Saka 1948.

Festival yang mendatangkan 20 ogoh-ogoh terbaik karya pemuda Sanur inipun menarik antusias wisatawan yang lebih dari ratusan kursi VIP terjual pada pelaksanaan parade, Kamis (12/3/2026).

Ketua Yayasan Pembangunan Sanur Ida Bagus Gde Sidarta Putra mengatakan, Sanur sebagai kawasan pariwisata juga mendapat nilai tambah dengan adanya berbagai aktivitas dalam event dalam Sanur Metangi 2026.

Baca juga:  Operasi Cipkon Digelar, Polresta Petakan Konflik Jelang Pemilu

Ia menilai kegiatan budaya seperti ini memiliki potensi kuat untuk menarik wisatawan, terutama menjelang Hari Raya Nyepi. Minat wisatawan terhadap festival tersebut juga terlihat dari penjualan tiket, termasuk pembelian oleh pihak hotel untuk tamu mereka.

“Begitu kita lempar ke hotel, lumayan hotel membeli hampir 300 seat. Saya sendiri 280 VIP terjual. Otomatis kan antusias cukup tinggi, enggak gampang dijual Rp350.000 pada wisatawan,” ujarnya.

Baca juga:  SVF 2019, Pembukaannya akan Diisi Kolaborasi Indra Lesmana dengan Jegog

Demikian terkait karya para pemuda Sanur, Gusde panggilan akrabnya mengatakan, perkembangan kreativitas ogoh-ogoh dari tahun ke tahun juga terus mengalami perubahan, baik dari segi bahan, pewarnaan, hingga bentuk.

“Ya pasti nanti akan berubah. Kita sama kayak di Bali banyak sekarang dari material berubah banyak ya sekarang kita lihat. Dari pewarnaan, dari bentuk pun. Karena kan pasti tiap tahun itu ada tren-tren baru,” katanya.

Baca juga:  Parkir Digital Diberlakukan, Pendapatan Perumda Pasar Sewaka Dharma Naik Ratusan Persen

Ia menambahkan, saat ini bentuk ogoh-ogoh tidak hanya menampilkan sosok raksasa atau raksasi, tetapi juga mulai muncul konsep-konsep yang lebih variatif. Ke depan, festival ini diharapkan dapat berkembang menjadi agenda budaya yang lebih besar sekaligus memberi nilai tambah bagi sektor pariwisata Sanur. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN