I Kadek Krisna Dwi Antara. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sejak memasuki TC sentralisasi ini, karateka I Kadek Krisna Dwi Antara (-60 kg) sudah tidak lagi berlatih fisik, namun fokus pada teknik dan sparring. Sebelumnya, Krisna juga melakukan sparring meladeni karateka Bogor dan Jakarta, di Depok selama 1,5 bulan.

Krisna menerangkan, situasi pandemi covid-19 ini, membuat para karateka tidak bisa melakukan try in maupun try out. “Jadi, kami sebatas melakukan uji coba sesama rekan atau sparring,” cetus Krisna, di Denpasar, Minggu (22/8). Kondisi ini membuat seluruh karateka tidak mengetahui perkembangan calon lawannya, ketika bertanding di PON Papua.

Baca juga:  Desak Rita dan Wisnu ke Final Speed

“Saat Pra PON lalu, saya menduduki peringkat kelima, tetapi saya bertekad tampil maksimal dan merebut emas,” ujar anggota TNI-AD ini. Bagi Krisna, dirinya pertama kali tampil di PON Papua, dan spontan mematok target emas. Apalagi, program latihan yang diberikan pelatih cukup ketat, hingga persiapannya sangat matang.

“Selain sparring di Depok 1,5 bulan, kami dari cabor karate juga melakukan TC sentralisasi sebulan, kemudian dilanjutkan TC sentralisasi yang digelar KONI Bali,” tutur karateka kelahiran Jembrana, 16 Maret 1998 ini. Ia menyebutkan, tercatat 8 karateka yang berlaga di kelasnya. “Sejauh ini, saya juga belum tahu sistem pertarungannya memakai setengah kompetisi atau lainnya. Yang jelas, saya siap bertanding dan menjuarai laga,” papar dia.

Baca juga:  Deko Siap Tuntaskan Pertarungan Lebih Cepat

Ia sendiri mulai belajar karate di Dojo Garing Kerti Negara. Krisna sempat mendulang medali emas di ajang Popnas, termasuk menyabet medali emas pada Piala Mendagri dan Piala Panglima. “Untuk Piala Mendagri saya membela perguruan Inkai, sedangkan Piala Panglima saya mengusung bendera Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad),” jelas anggota TNI-AD yang berdinas di Jakarta Selatan ini.

Sementara, di ajang Porprov, Krisna pertama kali tampil di Porprov Buleleng 2015, dan belum berhasil meraih medali. Selanjutnya, ia merebut emas pada Porprov di Gianyar 2017, serta di Tabanan 2019. “Untuk PON Papua ini, saya siap memberi kado terbaik buat Bali, sebab yang menentukan di atas matras mental bertanding dan semangat juang karateka,” ucap putra kedua pasangan I Ketut Suarsa dan Ni Nengah Suarnati ini. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *