Prof. Arya Sugiartha. (BP/lun)

DENPASAR, BALIPOST.com – Protokol kesehatan (prokes) mendapat perhatian serius dalam hajatan seni Pesta Kesenian Bali (PKB) 2021, Juni mendatang. Semua seniman yang terlibat dalam PKB dipastikan sudah divaksinasi.

Sebelum pagelaran dimulai, mereka akan dirapid antigen guna memastikan aman dari COVID-19. Menghindari kerumunan, jumlah penonton dibatasi.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof. Dr. I Gde Arya Sugiartha, Kamis (20/5) menyampaikan, berpesta seni di masa pandemi ini memang harus ketat menerapkan prokes agar terhindar dari paparan COVID-19. Selain dipastikan semua yang terlibat sudah divaksinasi, prokes diterapkan secara ketat.

Pintu masuk Taman Budaya saat pagelaran dilengkapi alat cuci tangan, hand sanitizer, dan alat pengukur suhu tubuh. Seniman yang tampil juga memakai alat pelindung wajah atau face shield agar aman dari paparan COVID-19. ‘’Jadi, di satu sisi seniman tetap bisa berkesenian, di sisi lain tidak melanggar prokes dan aman dari paparan COVID-19,’’ ujar mantan Rektor ISI Denpasar ini.

Baca juga:  Di TPS Ini, Perolehan Suara Jaya Wibaya Mencapai Seratus Persen

Ia menyampaikan, Presiden Jokowi dipastikan membuka PKB pada 12 Juni 2021 di gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali. Pembukaan rencananya dimulai pukul 11.00 WITA, dimeriahkan sendratari ‘’Japatuan’’ garapan ISI Denpasar.

Penonton dibatasi sesuai dengan kapasitas gedung. Memasuki gedung pertunjukan, penonton disediakan kartu.

Penonton yang mendapatkan kartu saja yang bisa memasuki gedung, untuk menghindari kerumunan.
Pada gelaran PKB di masa pandemi ini, hanya tiga gedung yang dimanfaatkan yaitu Gedung Ksirarnawa, wantilan Taman Budaya dan Gedung Natya Mandala ISI Denpasar.

Baca juga:  Puluhan Orang Ikuti Aksi GRM IMF-WB

Agar bebas dan aman dari paparan virus corona, PKB 2021 dirancang sedemikian rupa. Sebagian besar mata acara PKB dilaksanakan secara daring atau dalam jaringan, dan sebagian kecil digelar secara luring, dengan peserta terbatas. Mata acara pokok PKB berupa pawai kesenian akan digelar secara virtual.

Pawai virtual ini dinamai Peed Aya, mengangkat tema ‘‘Pratiti Wana Kerthi.” Dimaknai sebagai upaya untuk memuliakan pohon, membangun simponi harmoni semesta raya, menuju kehidupan yang sejahtera dengan jiwa yang maha sempurna.

Baca juga:  Badung Boyong Tradisi Makotekan di PKB 2017

PKB kali ini tetap menyajikan 8 materi, meliputi pawai, 37 pagelaran, 7 jenis utsawa atau parade, 13 jenis lomba, pameran senirupa dan IKM, lokakarya, sarasehan dan penghargaan kepada enam orang pengabdi seni. ‘’Jumlah mata acaranya jauh lebih sedikit dibandingkan PKB sebelum pandemi. Namun tetap dilaksanakan sebulan penuh, yakni dari 12 Juni hingga 10 Juli 2021 mendatang,’’ ujarnya. (Subrata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *