Warga Pegending saat membawa anjingnya untuk divaksin. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kasus gigitan anjing liar positif rabies kian meluas di Klungkung. Kasus gigitan anjing rabies yang terakhir, terjadi di Lingkungan Pegending, Kelurahan Semarapura Kauh.

Kasus dengan korban belasan orang ini, menjadi kasus ketujuh tahun ini, setelah sebelumnya juga terjadi di Desa Takmung, Sampalan dan Tihingan. Akibatnya, belasan wilayah yang pernah terjadi kasus gigitan anjing rabies dan desa sekitarnya masuk sebagai zona merah rabies.

Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Juanida, Senin (10/5) menjelaskan total ada 11 desa/kelurahan masuk zona merah. Semuanya ada di Klungkung Daratan. Juanida menegaskan 11 desa itu antara lain Desa Takmung, Semarapura Kauh, Tihingan, Nyalian, Dawan Klod, Selisihan, Manduang, Dawan Kaler, Besan, Pesinggahan dan Kamasan.

Baca juga:  Anjing Rabies Ngamuk, Segini Jumlah Orang Digigit

Dari belasan desa ini, tidak ada yang dari Kecamatan Nusa Penida. Wilayah kepulauan ini memang jarang terjadi kasus gigitan anjing liar positif rabies karena cukup terisolir.

Bahkan, sudah zero kasus rabies sejak 2017. “Kami tangani yang emergency dulu. Seperti di Pegending ini, sudah gigit 16 warga secara beruntun. Petugas langsung kami terjunkan, untuk langkah-langkah emergency agar tidak semakin meluas. Seperti screening korban gigitan dan vaksin untuk anjing, kucing dan kera,” tegasnya.

Baca juga:  Transmisi Lokal Bertambah di Atas 120 Orang, Ini Dua Daerah Sumbang Kasus Terbanyak

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Klungkung I Wayan Karyana menambahkan, setelah diketahui ada kasus gigitan anjing rabies, dari 16 orang yang digigit itu, kemudian ditangani petugas sesuai protokol. Yakni, langkah pertama sudah diberikan vaksin di Puskesmas Klungkung I. Seluruh korban gigitan anjing sudah diarahkan ke sana.

Selanjutnya, ia bersama kaling mencari lagi kasus-kasus gigitan yang korbannya belum melaporkan. Supaya segera mendapat penanganan. “Kami sementara koordinasi dengan kaling, mencari kasus gigitan yang belum dilaporkan. Kalau ada masyarakat lain yang tergigit, tapi belum tertangani, agar segera mendapat penanganan,” tegasnya. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *