Petugas medis memberikan suntikan vaksin kepada warga lansia di SMPN 141 Pela Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (24/3). (BP./Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Sebanyak 16 juta dosis bahan baku (bulk) Covid-19 dari Sinovac didatangkan melalui Bandar udara Soekarno Hatta, Tanggerang, Banten, Kamis (25/3). Dengan kedatangan bulk ini, maka secara kumulatif terdapat 53,5 juta bahan baku dosis vaksin COVID-19 di Indonesia hingga saat ini.

“Hari ini kita berhasil mendatangkan vaksin COVID-19 tahap ke-7 dari keseluruhan tahap, sebesar 16 juta (dosis) vaksin dalam bentuk bulk,” ujar Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono dalam keterangan persnya saat menyambut kedatangan vaksin di Bandara Soekarno Hatta, dikutip dari kantor berita Antara.

Baca juga:  Kesembuhan Dekati 40 Persen dari Kumulatif Positif COVID-19, Transmisi Lokal Masih Terus Bertambah

Vaksin yang didatangkan dengan pesawat maskapai Garuda Indonesia akan langsung dibawa ke Kantor PT Bio Farma Persero di Bandung, Jawa Barat, untuk diproses lebih lanjut. “Tentu saja nanti setelah diproduksi akan di evaluasi, baik secara mutu, oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) sebelum nanti akan dijadikan vaksin yang akan dipakai oleh masyarakat,” ujarnya.

Dante menuturkan bahwa ketersediaan vaksin sangat vital dalam pelaksanaan program vaksinasi yang sedang berjalan di Indonesia. Hingga saat ini pemerintah melakukan pengaturan kecepatan vaksinasi sesuai dengan jumlah bahan baku yang datang. “Kecepatan per hari akan terus kita tingkatkan sehingga kita mencapai 181,5 juta vaksin akan kita jalankan target untuk memperoleh herd immunity dalam waktu secepat-cepatnya,” ujarnya.

Baca juga:  KLB Difteri di Indonesia Terbesar di Dunia

Kedatangan kali ini merupakan tahap ketujuh penyaluran vaksin COVID-19 ke Indonesia. Vaksin COVID-19 tahap pertama tiba di Tanah Air pada 6 Desember 2020 yang merupakan vaksin jadi produksi Sinovac sebanyak 1,2 juta dosis. Kemudian di tahap kedua pada 31 Desember 2020, pemerintah kembali mendatangkan sebanyak 1,8 juta dosis vaksin jadi produksi Sinovac.

Pada 12 Januari 2021 atau tahap ketiga, pemerintah mendatangkan sebanyak 15 juta dosis bahan baku vaksin Sinovac yang kemudian diolah oleh BUMN PT Bio Farma Persero. Pada tahap keempat, sebanyak 10 juta dosis bahan baku vaksin Sinovac tiba pada tanggal 2 Februari 2021 .

Baca juga:  Seluruh Puskesmas dan RS Dijadikan Penyimpanan Vaksin COVID-19

Selanjutnya, pada 2 Maret 2021 lalu, di tahap kelima, kembali tiba sebanyak 10 juta bahan baku vaksin COVID-19 produksi Sinovac. Terakhir, pada tahap keenam pada tanggal 8 Maret lalu tiba di Tanah Air sebanyak 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca dalam bentuk jadi. (Kmb/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.