Sejumlah siswa turun dari Bus Sekolah Denpasar, Kamis (13/12/2018). (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pandemi COVID-19 yang masih terjadi berakibat belum adanya pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Meski demikian, minat untuk mendaftar ikut di bus sekolah terus meningkat.

Hingga kini, antrian siswa yang ingin memperoleh fasiltas layanan bus sekolah di Denpasar mencapai 600 siswa. Denpasar memiliki 14 bus untuk melayani siswa ke sekolah.

Kepala UPT Transportasi Darat, Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Dewa Ketut Adi Pradnyana, Senin (8/3) mengungkapkan, Pemkot Denpasar melalui Dinas Perhubungan memiliki sebanyak 14 bus sekolah. Ini melayani Kecamatan Denpasar Timur, Kecamatan Denpasar Utara, dan sebagian Kecamatan Denpasar Barat.

Baca juga:  Hampir 40 Persen Kasus Baru Positif COVID-19 di Denpasar dari 2 wilayah Ini

Akibat pandemi ini, sejak setahun lalu, bus sekolah ini nganggur alias tidak beroperasi. Karena siswa belajar jarak jauh atau daring.

Menurut dia, selama masa pandemi ini petugas hanya bisa melakukan perawatan tanpa digunakan untuk kegiatan lainnya. “Ada 14 bus sekolah sampai sekarang belum beroperasi lagi. Sudah satu tahun hanya pemeliharaan saja, soalnya kan tidak ada sekolah yang buka. Sempat diminta untuk digunakan menjemput orang tanpa gejala (OTG) tetapi kami tidak berikan karena takutnya stigma orangtua karena sempat jemput OTG jadi mereka takut (izinkan anaknya, red) untuk naik bus,” jelasnya.

Baca juga:  Rekonstruksi Pembunuhan Imran, Begini Gelar Adegannya

Menurut Dewa Adi, walaupun saat ini masih belum mulai PTM, antrian pendaftaran siswa yang ingin dilayani masih membludak. Sedikitnya ada sebanyak 600 siswa yang belum diverifikasi karena belum ada kelanjutan terkait sekolah tatap muka dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar.

Ratusan siswa yang antri tersebut, belum termasuk siswa yang sudah tetap mendapatkan layanan bus sekolah. “Ini yang antre saja 600 siswa, sebenarnya kemarin yang sudah kita layani sebanyak 800 siswa dengan antrean sebanyak 800 siswa juga. Tetapi karena kita verifikasi lagi, dikurangi 200 siswa yang sudah tamat jadi tidak mendapatkan layanan lagi dan sekarang yang masih antre sebanyak 600 siswa,” ujarnya. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.