Tangkapan layar peta sebaran COVID-19 di Tabanan. (BP/kmb)

TABANAN, BALIPOST.com – Mempercepat penanganan COVID-19, khususnya di desa yang bersatus zona merah dan orange, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya mulai ‘ngantor’ di Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Jumat (5/3). Bupati Sanjaya mengumpulkan pihak terkait untuk mendapatkan data real terkait apa yang menjadi persoalan di lapangan, untuk nantinya dijadikan acuan Satgas COVID-19 kabupaten.

Tidak hanya Bupati Sanjaya, hal serupa juga dilakukan Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan di Desa Banjar Anyar, kecamatan Kediri, dan Sekda Tabanan I Gede Susila di Desa Perean, kecamatan Baturiti.

Baca juga:  Tambahan Kasus Harian COVID-19 Bali Hampir Capai 500, Ini Zona Merah Sumbang hingga 218 Orang

“Para pemangku kebijakan terutama di daerah zona dengan angka kasus tinggi dikumpulkan, agar mereka menyampaikan kendala yang dihadapi, setelah tahu masalahnya barulah dicari jalan untuk menyelesaikan sama-sama,” terang Bupati Sanjaya.

Kata Sanjaya, nantinya dia tidak hanya ngantor di Desa Dauh Peken saja, melainkan juga akan beralih ke desa lainnya. Ini dilakukan agar pelayanan pemerintah dapat merata sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

“Jadi kalau Desa Dauh Peken sudah turun status, kita bergeser ke desa lainnya yang rawan penyebaran, intinya pemerintah daerah dan Satgas akan melakukan penuntasan kasus dari desa sesuai intruksi Menteri Dalam Negeri,” tegasnya.

Baca juga:  Tabanan Laporkan 10 Kasus COVID-19 Baru, Diantaranya 2 PNS dengan Keluhan Anosmia

Dari data Satgas, Tabanan masih menyandang status merah, meski sempat sebelumnya turun ke orange. Dari peta sebaran, ada lima kecamatan yang dianggap rawan penyebaran. Yaitu Kecamatan Tabanan, Kediri, Marga, Baturiti dan Selemadeg Timur.

Dengan rincian, dari 133 desa yang ada di Tabanan, satu desa zona merah yakni Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri. Kemudian dua desa zona orange yakni Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan dan Desa Perean Tengah, Kecamatan Baturiti. Sementara zona kuning di 58 desa dan zona hijau di 72 desa.

Baca juga:  Capek dan Pegal Keliling Areal PKB, Kembali Segar dengan Pijat di Stand Tunanetra

Terkait perkembangan kasus COVID-19, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Nyoman Suratmika mengatakan, saat ini hanya tersisa satu desa dengan status zona merah. Penyebabnya, mobilitas penduduk yang tinggi di Desa Banjar Anyar. “Yang terpentig tetap, ikuti protokol kesehatan dengan baik,” sarannya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.