Petugas saat melakukan pemeriksaan terhadap warga yang memalsukan surat keterangan rapid tes antigen di Pelabuhan Padangbai di Polres Karangasem, Rabu (17/2). (BP/Nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Satreskrim Polres Karangasem berhasil mengamankan tiga warga yang diduga melakukan pemalsuan surat keterangan (suket) rapid tes antigen di Pelabuhan Padangbai, Kecamatan, Manggis, Kabupaten Karangasem. Kini ketiganya masih menjalani pemeriksaan oleh petugas kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Karangasem, IPTU Aris Setyanto seizin Kapolres Ni Nyoman Suartini, Rabu (17/2) mengungkapkan, awal mula kejadian ini terungkap, yakni pada Selasa (16/2) sekitar pukul 13.30 WITA. Saat itu, petugas kesehatan Pelabuhan Padangbai I Gede Panca Wedana melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan penumpang yang hendak keluar pelabuhan.

Baca juga:  Gianyar akan Jadikan Kawasan Ini Percontohan Bebas COVID-19

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap surat rapid tes antigen, petugas kesehatan menemukan adanya kejanggalan dengan surat tersebut. “Petugas curiga tanda tanda tangan dan cap diduga discan. Setelah ditanyakan kepada pelaku, melakukan pemeriksaan di Amlapura,” jelasnya.

Sedangkan klinik tempat yang bersangkutan memeriksa tidak ada di Karangasem. Selain itu, petugas kembali menanyakan kepada pelaku, apanya yang diperiksa? “Pelaku mejawab kalau di tes adalah darahnya. Sementara, kalau untuk tes rapid antigen yang di tes melaui hidung,” ucapnya.

Baca juga:  Cegah Penumpukan Kendaraan Logistik Makin Parah, Bongkar Muat dari 90 Menit Dipangkas Jadi Segini

Aris menambahkan, karena jawaban yang salah itulah petugas kesehatan melaporkan kejadian ini ke Polsek Padangbai. Selanjutnya Polsek Padangbai melaporkan kejadian ini ke Polres Karangasem.

Jelas dia, ada tiga orang yang saat ini diamankan oleh petugas , yakni inisial SH (34) asal Banjar Dinas Kecicang, NW (30) asal Banjar Dinas Kecicang, dan P (49) asal Desa Banjar Sari Lombok.

“Yang menjadi penghubung adalah NW. Dan pelakunya SH dan P. Pelaku P berniat ke Lombok karena ingin menjenguk istrinya yang sedang sakit. Sementara, NW niatnya membantu rekannya karena tak memiliki uang untuk melaukan rapid tes antigen tersebut,” kata Aris sembari menyatakan, kalau surat palsu itu dibuat di Karangasem. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  Pengusaha SPBU Diimbau Tera Ulang Pompa Tepat Waktu
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *