Proses pengalihan penumpang yang semula mau diturunkan di Kusamba, terpaksa dialihkan ke Padangbai. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Rakyat Kusamba, khususnya di Pelabuhan Tribuana, sempat terganggu akibat gelombang pasang. Rute penyeberangan sempat dialihkan ke Pelabuhan Padangbai, Karangasem, karena tak memungkinkan diturunkan di Kusamba.

Gelombang di pesisir saat Kamis (4/2) pagi, sempat mencapai sekitar 2,5 meter. Kepala Dinas Perhubungan Klungkung Nyoman Sucitra, saat dihubungi mengatakan gelombang pasang terjadi sejak pagi. Sehingga pukul 07.00 WITA, penyeberangan akhirnya diputuskan pihak Kesyahbandaran dialihkan ke Pelabuhan Padangbai.

Baca juga:  Tembok Penyengker Jebol, Pujawali di Pura Dalem Besan Ditiadakan

Speed boat yang membawa penumpang dari Nusa Penida, juga langsung diarahkan ke Padangbai. “Sambil menunggu cuaca di Kusamba membaik, penyebrangan memang dialihkan ke Padangbai,” kata Sucitra.

Pengawas Pelabuhan Rakyat Tribuana, Made Suardika, menambahkan sudah ada tiga speed boat yang melakukan penyebrangan atau turun di Pelabuhan Padangbai. Yakni, Gangga 5, Gangga 8 dan Gangga 18. Sebab, di Pelabuhan Tribuana, saat itu sudah tidak memungkinkan, karena tinggi gelombang mulai dari 2 meter sampai 2,5 meter.

Baca juga:  Sidak Pelabuhan Padangbai, Ini Usulan Anggota Dewan Bali

“Gelombang pasang tidak hanya di Kusamba, kondisi serupa juga terjadi di Sampalan (Nusa Penida. Rombongan bapak bupati, akhirnya juga naik dari Pelabuhan Padangbai pagi tadi,” kata Suardika.

Namun, menjelang siang hari kondisi gelombang dikatakan sudah mulai normal. Aktivitas penyebrangan juga nampak mulai normal. Penumpang mulai berdatangan lagi. Selanjutnya, kondisi cuaca sekitar akan terus dipantau. Bila kembali terjadi gelombang pasang, maka pihak Kesyahbandaran akan memutuskan pelaksanaan penyebrangan lebih lanjut. (bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.