Selandia Baru melakukan pengetatan aturan karantina setelah ditemukannya dua kasus COVID-19 pada akhir Januari. (BP/Antara)

WELLINGTON, BALIPOST.com – Varian COVID-19 dari Afrika Selatan (Afsel) ditemukan di Selandia Baru. Terdapat dua kasus jenis ini yang dikonfirmasi.

Karena temuan ini, dikutip dari Kantor Berita Antara, negara itu memperketat aturan karantinanya. Selandia Baru menunggu keputusan Australia tentang apakah akan membuka kembali perjalanan bebas karantina untuk kedatangan dari negara kawasan Pasifik.

Australia menangguhkan “travel bubble” atau gelembung perjalanan dengan Selandia Baru setelah negara tetangga Australia itu mengonfirmasi kasus pertamanya pada hari Senin. “Travel bubble” yaitu pengaturan perjalanan yang memungkinkan warga negara tertentu melakukan perjalanan ke negara lain.

Baca juga:  37 Desa di Kabupaten Gianyar Masuk Zona Merah

Dua orang dinyatakan positif mengidap varian virus corona Afrika Selatan, dan semua kasus terkait dengan fasilitas karantina yang sama di Auckland, kota terbesar di Selandia Baru. Infeksi baru datang ketika Selandia Baru menduduki peringkat dengan kinerja terbaik dalam mengatasi penyebaran virus corona.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan pada hari Kamis (28/1) bahwa dia yakin dengan langkah-langkah untuk menghentikan infeksi baru COVID-19. Ia telah menyarankan pejabat kesehatan untuk memberikan informasi kepada Australia untuk membantu mereka membuat keputusan tentang pembatasan kedatangan di Selandia Baru.

Baca juga:  Sepekan Terakhir, 3 Wilayah Ini Bergantian Tambahkan Kasus Baru Transmisi Lokal COVID-19

“Tetapi kami benar-benar ingin mereka memiliki kepercayaan yang kami miliki dalam sistem kami dan kami dapat melakukannya dengan memberi mereka informasi yang baik,” kata Ardern kepada wartawan di Auckland.

Otoritas kesehatan pada Kamis melakukan tes lebih lanjut dan memulai upaya pelacakan kontak pada dua kasus baru di Auckland. Selandia Baru juga mengatakan akan memperketat aturan di fasilitas karantina dan orang-orang tidak akan dapat meninggalkan kamar mereka setelah tes COVID hari ke-12, sampai mereka berangkat dari fasilitas tersebut.

Baca juga:  Dapat Dokter Spesialis, RSUD Buleleng Bentuk Instalasi Forensik

Selandia Baru sebagian besar telah menghindari tingginya jumlah infeksi dan kematian akibat virus seperti yang terjadi di banyak negara lain. Jumlah total kasus aktif di Selandia Baru adalah 69. Negara ini telah memiliki total 1.943 kasus yang dikonfirmasi dan 25 kematian sejauh ini. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.