Warga berjalan-jalan di New Zealand, setelah adanya pelonggaran kebijakan penguncian pada Selasa (28/4). (BP/AFP)

WELLINGTON, BALIPOST.com – Selandia Baru merupakan salah satu negara yang sangat baik penanganan COVID-19-nya. Hal ini bisa dilihat dari tidak adanya kasus selama berbulan-bulan di negara itu.

Namun pada Senin (25/1) mengonfirmasi kasus baru pertama COVID-19 di komunitas setelah beberapa bulan tidak melaporkan kasus tambahan infeksi virus corona. Dikutip dari Kantor Berita Antara, kasus baru COVID-19 di Selandia Baru itu terjadi pada seorang wanita berusia 56 tahun, tetapi sejumlah orang yang kontak dekat dengan wanita pelancong yang baru kembali tersebut sejauh ini dinyatakan negatif.

Wanita itu, yang kembali ke Selandia Baru pada 30 Desember, telah dites positif mengidap infeksi virus corona jenis Afrika Selatan setelah menjalankan karantina wajib selama dua pekan. “Ia dua kali dinyatakan negatif,” kata menteri tanggapan COVID-19 Chris Hipkins.

Baca juga:  Pasar Tradisional di Tabanan Hanya Buka Tiga Jam, Ini Jadwalnya

Sejauh ini tidak ada kasus infeksi lokal lainnya yang dilaporkan sejak kasus COVID-19 wanita itu diungkapkan pada Minggu (24/1), dan pihak berwenang mengatakan kemungkinan sumber infeksi adalah sesama pelancong yang baru kembali ke Selandia Baru dan berada di fasilitas karantina. “Pihak berwenang sedang memeriksa apakah virus itu menyebar melalui sistem ventilasi dan pendingin udara di fasilitas karantina ini,” kata Hipkins.

Baca juga:  Santap Ikan Bakar, Pengunjung Lesehan Tewas

Kepala eksekutif kementerian kesehatan Selandia Baru Ashley Bloomfield mengatakan 15 orang diidentifikasi telah melakukan kontak dekat dengan wanita itu dan sedang dihubungi. Namun, kontak terdekatnya — suami dan penata rambutnya — menunjukkan hasil negatif.

Wanita itu, yang tinggal di Northland di Pulau Utara Selandia Baru, dikarantina setibanya di fasilitas isolasi terkelola di Auckland. Beberapa kasus COVID-19 yang sangat ganas telah dicatat di fasilitas-fasilitas karantina dalam beberapa pekan terakhir.

Bloomfield mengatakan virus corona baru varian Afrika Selatan mungkin lebih dapat ditularkan tetapi belum ada cukup penelitian yang tersedia. Selandia Baru, salah satu negara maju paling sukses dalam mengendalikan penyebaran pandemi, terakhir mencatat penularan virus corona lokal pada komunitas pada November, menurut situs web Kementerian Kesehatan negara itu.

Baca juga:  Belasan Pedagang Reaktif, Pasar Jatingaleh Semarang Tutup

Langkah penguncian yang ketat dan isolasi geografis membantu negara berpenduduk 5 juta itu secara menyeluruh menghilangkan kasus baru COVID-19 di dalam wilayahnya. Selandia Baru hanya memiliki 1.927 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi. Namun, dengan pandemi yang berkecamuk secara global, lebih banyak orang yang kembali ke dalam negeri dalam keadaan terinfeksi virus corona, termasuk varian baru. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.