Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di wilayah Desa Cemagi, Mengwi. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kasus COVID-19 masih tinggi padahal sudah diterapkan PPKM. Berbagai upaya yang dilakukan Polres Badung bersinergi dengan Satgas COVID-19 dan instansi terkait lain guna menekan penyebaran virus Corona.

Penyemprotan cairan disinfektan secara massal di seluruh desa/kelurahan, terutama di tempat-tempat fasilitas umum seperti dilakukan di Desa Cemagi, Mengwi, Badung, Jumat (22/1). “Pemerintah tidak melarang upacara keagamaan, tapi diimbau pembatasan pengumpulan massa mengingat pura dan balai banjar sering digunakan kegiatannya masyarakat, maka dilakukan penyemprotan cairan disinfektan guna memutus mata rantai COVID-19,” kata Kabag Ops Polres Badung Kompol I Wayan Suana.

Baca juga:  Gubernur Koster Perluas Cakupan PPKM Jadi Wilayah Satu Jalur Kawasan Wisata

Pihaknya melakukan kegiatan tersebut bersama anggota TNI dan instansi lainnya.
Selain itu, polres juga menggelar doa bersama agar musibah yang terjadi di Indonesia, termasuk Bali secepatnya berakhir. Terutama pandemi COVID-19 segera berlalu.

Doa bersama ini dilakukan sesuai dengan agama dan keyakinannya. Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi ikut doa bersama anggotanya beragama Islam di Ruang Command Center. Sedangkan Wakapolres Kompol Ni Putu Utariani bersama anggotanya beragama Hindu melaksanakan doa bersama di Pura Giri Catur Loka Polres Badung.

Baca juga:  Sambut Era Baru Pariwisata, Ini Dilakukan Polres

Untuk personel beragama Kristen, doa bersama di gelar di Aula Polres Badung. “Kita harus tetap bersabar dan bertawakal. Jadikan seluruh bencana sebagai pelajaran untuk meningkatkan iman dan takwa. Semoga Allah segera mengangkat musibah-musibah yang terjadi di Indonesia,” ujar AKBP Roby.

Menurut Roby, doa bersama ini sangat penting untuk meringankan dan memudahkan saudara-saudara kita yang terkena musibah. “Memiliki moralitas yang cukup merupakan keberuntungan terlahir sebagai makhluk ciptaan-Nya. Mari berdoa bersama semoga saudara-saudara kita yang sakit lekas sembuh, terkena bencana alam cepat terbangun dari keterpurukan serta segera bisa kembali beraktivitas seperti sediakala,” ujarnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.