Ilustrasi. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Musim hujan tidak selamanya membuat Perumda Tirta Sewakadarma atau PDAM Kota Denpasar senang. Meski air sungai cukup berlimpah, namun perusahaan daerah milik Pemkot ini justru mengalami masalah.

Karena air baku menjadi keruh, sangat sulit untuk diolah. Tingkat kekeruhan air yang cukup tinggi dengan campuran lumpur dan pasir membuat PDAM harus mengurangi produksi.

Menurut Direktur Utama Perumda Tirta Sewakadarma Kota Denpasar, IB Gede Arsana, Minggu (17/1), gangguan pengolahan terjadi sudah sejak lama. Sebab, pihaknya tidak bisa melakukan pengolahan karena setiap hari air bercampur lumpur dan pasir.

Baca juga:  Pelajar Tewas di Lapangan Puputan Badung, Gara-gara Hendak Minum

Pasir dan lumpur dikatakan berasal dari proyek Bendungan Sidan. Selain dari Proyek Bendungan Sidan dia juga menduga ada sempadan sungai yang mengalami longsor.

Sehingga, BWS dan DPUPR Provinsi Bali diminta untuk turun langsung mengawasi proyek yang ditimbulkan dan longsor. Menurut Bagus Arsana, aliran Tukad Ayung harusnya diperhatikan. Sebab selama ini, pengolahan air baku untuk PDAM Denpasar dan Badung bersumber dari air tersebut.

Baca juga:  15 Persen Pelanggan PDAM di Denbar Terganggu

Jika tidak segera dilakukan tindakan dan penangan sempadan sungai yang longsor maka lumpur dan pasir akan tetap menghantui pengolahan air. Masyarakat yang berlangganan menggunakan air PDAM dipastikan akan terus mengalami gangguan. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.