Ilustrasi. (BP/Suarsana)

DENPASAR, BALIPOST.com – Empat hari berturut-turut, tambahan harian kasus COVID-19 di Bali meningkat tajam. Pada Kamis (14/1), di tengah pencanangan gerakan vaksinasi COVID-19, kondisinya tak kunjung mereda, bahkan memburuk dibandingkan sehari sebelumnya.

Pada hari ini, Data Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan terjadi kenaikan kasus sebanyak 298 orang, hampir mencapai 300 orang. Kumulatif kasus positif COVID-19 di Bali kini mencapai 20.553 orang.

Korban jiwa COVID-19 juga dilaporkan masih bertambah. Kabar baiknya, jumlahnya lebih kecil dibandingkan sehari sebelumnya. Terdapat 2 orang pasien COVID-19 yang meninggal dunia.

Baca juga:  Baku Tembak Terjadi di Sikatan Surabaya

Kumulatif kasus meninggal mencapai 581 orang (2,83 persen). Rinciannya 577 WNI dan 4 WNA.

Kabar baik lainnya, kasus sembuh masih dilaporkan. Meskipun lebih sedikit dari tambahan kasus, namun mencapai rekor baru dengan jumlah 249 orang. Total kasus sembuh mencapai 17.976 orang (87,46 persen).

Kasus aktif kini berjumlah 1.996 orang (9,71 persen). Mereka dirawat di 17 RS dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Baca juga:  Naik Lagi, Ini Tarif Tol Bali Mandara Per 8 Desember

Saat divaksinasi, Gubernur Bali Wayan Koster, juga sempat menyinggung lonjakan tajam kasus harian di Bali ini. Ia mengatakan pandemi COVID-19 ini sudah cukup lama, hampir setahun. Sejak Maret 2020 hingga Januari 2021. “Sudah cukup lama COVID-19 ini melanda kita. Dan Bali belakangan ini juga mulai meningkat lagi setelah wisatawan di akhir tahun, Desember lalu sekaligus menyambut Tahun Baru, yang datang ke Bali mencapai 400 ribu lebih,” ujarnya.

Baca juga:  Sistem Keuangan Desa Mulai Dibuat Online

Ia mengaku sudah memprediksi adanya lonjakan kasus ini dengan kedatangan wisatawan yang cukup banyak itu. Terbukti, dalam minggu-minggu ini jumlah kasus meningkat tajam.

Dua hari lalu, jumlah kasusnya mencapai yang tertinggi dengan jumlah 350 orang. Kemudian pada Rabu, jumlahnya mencapai 268 orang. “Jadi tinggi munculnya per hari, dibandingkan hari per hari ketika kasus ini baru muncul bulan Maret 2020. Kita tidak bisa mengendorkan tertib di dalam melaksanakan protokol kesehatan,” tegasnya. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.