MANGUPURA, BALIPOST.com – Dibandingkan hari biasa, arus lalulintas (lalin) di sejumlah ruas jalan menuju ke kawasan destinasi wisata di Badung Selatan, mulai meningkat. Kepadatan tersebut dipengaruhi oleh masuknya banyak kendaraan berplat luar Bali.

Menurut Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung, Tofan Priyanto, kondisi kepadatan lalulintas melonjak cukup drastis. Hal ini, kata Tofan, karena bertepatan dengan libur sekolah. “Persentase perbandingnya itu cukup tipis, sekitar 60 persen berbanding 40 persen. Dimana angka 60 masih diisi oleh kendaraan Bali. Tapi biasanya kan 90:10 atau 80:20,” terangnya, Minggu (29/12).

Baca juga:  Erupsi Gunung Agung, Target Wisatawan ke Badung "Unpredictable"

Dipaparkannya peningkatan volume lalulintas tersebut terjadi sejak 22 Desember 2019. Kondisi yang paling terlihat yakni di sejumlah ruas seperti Kuta dan Kuta Utara.

Fokus kepadatan lalin terjadi di jalan menuju kawasan ke pantai, seperti Jalan Pantai Kuta, Jalan Legian, Seminyak, Canggu dan Petitenget. Namun kata dia, imbas dari kemacetan tersebut berpengaruh kepada ruas jalan utama, seperti Bypass Ngurah Rai dan jalan utama menuju ke arah kawasan wisata.

Baca juga:  Per 5 Februari Penerbangan Tiongkok Ditutup Sementara, Karena Alasan Ini Bali Kesulitan Ambil Kebijakan

Sementara untuk wilayah Kuta Selatan, menurutnya relatif masih bisa dikendalikan walaupun juga terjadi peningkatan volume kendaraan di wilayah tersebut. “Kondisi di Kuta Utara hampir mendekati Kuta. Kalau dibanding tahun kemarin juga memang lebih tinggi. Sedangkan di Kuta Selatan itu tidak sedrastis di Kuta dan Kuta Utara,” bebernya.

Untuk mengatensi hal tersebut, pihaknya mengaku telah mengerahkan 165 personil. Dimana 140 orang di antaranya, difokuskan untuk mengatensi wilayah Kuta Utara, Kuta, dan Kuta Selatan. Selain itu pihaknya juga mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, terkait dengan pemantauan dan pengamanan wilayah.

Baca juga:  Sejumlah Hasil Sampel Babi Positif ASF

Peningkatan kepadatan lalu lintas tersebut diprediksi akan terjadi hingga awal tahun 2020 nanti, hal itu itu sejalan dengan masa libur sekolah yang diketahui berlangsung hingga awal tahun nanti. “Untuk titik-titik rawan macet itu tetap kita tempatkan petugas,” tambahnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.