Tangkapan layar peta sebaran kasus COVID-19 di Indonesia. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Rabu (6/1), terjadi kenaikan signifikan tambahan kasus COVID-19 secara nasional. Bahkan mencapai rekor baru lagi dengan jumlah di atas 8.800 orang.

Data Satgas COVID-19 Nasional menyebutkan terdapat 8.854 kasus baru yang dilaporkan. Kumulatif mencapai 788.402 orang.

Sementara itu, pasien sembuh juga masih bertambah, namun jumlahnya mengalami penurunan dibandingkan sehari sebelumnya. Terdapat 6.767 orang dilaporkan sembuh. Kumulatif pasien sembuh mencapai 652.513 orang (82,8 persen).

Korban jiwa juga masih bertambah. Jumlahnya mencapai 187 orang sehingga kumulatif korban jiwa mencapai 23.296 orang (3,0 persen).

Kasus aktif mencapai 112.593 orang (14,3 persen). Sedangkan jumlah suspek mencapai 70.029 orang.

Vaksinasi COVID-19

Meningkatnya kasus belakangan ini terjadi di saat Indonesia bersiap melakukan vaksinasi COVID-19 tahap pertama. Vaksin COVID-19 siap pakai pun sudah mulai terdistribusi ke sejumlah daerah di Indonesia.

Baca juga:  Kapolda akan Bentuk Tim Khusus Atasi Kejahatan Jalanan

Proses distribusi tersebut merupakan bagian persiapan rencana vaksinasi gratis yang akan segera dilakukan dalam beberapa waktu mendatang setelah memperoleh izin penggunaan darurat dari BPOM dan memenuhi aspek kehalalan dari MUI.

Presiden Joko Widodo, saat memberikan arahan dalam rapat terbatas mengenai penanganan pandemi COVID-19 dan rencana pelaksanaan vaksinasi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/1) disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden dipantau dari Denpasar meminta pemerintah daerah untuk bersiap menjalankan program vaksinasi ini di wilayah masing-masing.

“Saya minta kesiapan-kesiapan kita dalam rangka menuju vaksinasi ini betul-betul agar dicek dan dikontrol oleh para gubernur,” ujarnya.

Kepala Negara menyampaikan, hingga saat ini Indonesia telah memesan kurang lebih sebanyak 329,5 juta dosis vaksin yang belum termasuk komitmen opsi penambahan pesanan. Untuk memastikan resiliensi atau keterjaminan tersedianya vaksin, pemerintah akan mendatangkan ratusan juta dosis vaksin tersebut dari setidaknya lima sumber.

Baca juga:  Capres Harus Siap Menang, Siap Kalah

“Dari Sinovac itu 3 juta plus 122,5 juta. Dari Novavax itu 50 juta, dari COVAX/GAVI itu 54 juta, dari AstraZeneca 50 juta, dan dari Pfizer 50 juta vaksin. Artinya jumlah total yang telah “firm order” itu 329,5 juta vaksin. Hanya pengaturannya nanti akan dilakukan oleh Menteri Kesehatan,” tutur Presiden.

Untuk diketahui, dengan memperhitungkan bahwa satu orang membutuhkan dua dosis vaksin dan 15 persen sebagai cadangan sesuai dengan ketentuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), total vaksin yang dibutuhkan untuk kurang lebih 181 juta rakyat adalah sekitar 426 juta dosis vaksin. Terkait hal tersebut pemerintah sudah memastikan bahwa jumlah kebutuhan dosis vaksin itu dapat dipenuhi melalui berbagai opsi yang sudah ditempuh.

Presiden menegaskan bahwa seluruh pihak harus bekerja keras untuk memastikan disiplin 3M (mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak) dan 3T (testing, tracing, treatment) benar-benar diterapkan di lapangan. Kedisiplinan tersebut merupakan kunci dalam upaya penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.

Baca juga:  Gempabumi Guncang Kuta Selatan

“Kita harus kerja keras agar 3T 3M itu betul-betul bisa kita lakukan di lapangan. Sekali lagi, di lapangan,” ujarnya.

Dalam rapat terbatas yang juga dihadiri para gubernur secara virtual tersebut, Kepala Negara juga menginstruksikan pemerintah daerah agar kembali dan tetap menggencarkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan. Upaya keras seluruh pihak dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19 menjadi sangat penting dalam upaya pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional.

“Kunci bagi pemulihan ekonomi adalah bagaimana kita berusaha keras dalam rangka bisa menghentikan dan mengendalikan COVID-19,” kata Presiden. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *