IGN Oka Darmawan (BP/Nel)

DENPASAR, BALIPOST.com – Untuk tahun 2021, KONI Bali mengajukan usulan dana ke Pemprov Bali Rp 80 miliar, namun disetujui Rp 39 miliar. Dana itu dialokasikan untuk biaya operasional, Pelatda PON, try out atlet, sampai pemberangkatan atlet ke PON Papua.

Sekum KONI Bali IGN Oka Darmawan, di Denpasar, Selasa (29/12) menerangkan, kucuran dana Rp 39 miliar akan dipergunakan untuk semaksimal mungkin kegiatan pembinaan olahraga di Bali. Apalagi, secara kebetulan tahun 2021, kebetulan bertepatan dihelatnya hajatan multievent empat tahunan antarprovinsi se-Indonesia di Bumi Cendrawasih, pada 2-20 Oktober 2021.

Baca juga:  Tiga Tahun DFSK di Indonesia, Sang "SUV Expert" Komit Hadirkan Kualitas dengan Harga Terjangkau

“Intinya, kucuran dana dari Pemprov Bali akan kami fungsikan seefisien mungkin, dan kami berharap ada dana tambahan pada anggaran perubahan,” harap Oka Darmawan. Diakuinya, memasuki 2021 program Pelatda atlet PON kembali digeliatkan. Tujuannya, sebagai persiapan terakhir sebelum atlet berlaga ke medan juang. “Pokoknya, dana sebesar itu harus bisa dikelola untuk menutupi segala kegiatan keolahragaan selama 2021,” sebut Oka Darmawan, yang meninjau renovasi Stadion Ngurah Rai, kemarin.

Baca juga:  Sosialisasikan Pergub Nomor 99 Tahun 2018, Pemprov Kumpulkan Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan se-Bali

Dalam pembicaraan dengan pekerja pada proyek di Stadion Ngurah Rai, terungkap bahwa hajatan Piala Dunia U-20 ditunda dari jadwal semula Mei-Juni 2021, diundur menjadi 2023. “Meskipun helatan Piala Dunia U-20, penyelenggaraannya mundur dua tahun tetapi pengerjaan venue utama Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, berikut empat lapangan sepak bola pendamping seperti Stadion Ngurah Rai, Lapangan Kompyang Sujana, Lapangan Tri Cakti Legian, serta Lapangan Samudra Kuta, tetap dilanjutkan hingga rampung,” papar Oka Darmawan.

Dijelaskannya, sesuai dengan agenda pengerjaan proyek pembangunan Stadion Ngurah Rai, dijadwalkan rampung pada Mei 2021. “Proyek renovasi ini kan ditangani langsung pemerintah pusat dan dalam hal ini, diserahkan kepada Kementrian PUPR,” terang dia. Jika pembangunan sudah rampung, kata Oka Darmawan, fasilitas stadion akan dimanfaatkan.

Baca juga:  Sehari Nihil, Korban Jiwa COVID-19 Kembali Dilaporkan Bali

Hanya, untuk pemeliharaan dan perawatan lapangan sepak bola juga perlu biaya. “Jika penggarapan telah selesai, maka lapangan tetap dipelihara dan dirawat, walaupun penggunaan Piala Dunia masih diundur dua tahun lagi,” ucap dia. (Daniel Fajry/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *