Jalan di Denpasar tergenang air saat hujan melanda. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bali telah memasuki musim hujan. Meskipun beberapa hari belakangan ini hujan tidak merata, namun sebagian besar wilayah Bali berpotensi hujan ringan-sedang.

Oleh karena itu, masyarakat tetap diminta waspada terhadap risiko bencana yang ditimbulkan. Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, M. Taufik Gunawan, Senin (28/12) menerangkan bahwa kondisi umum saat ini berawan dan berpotensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Bali bagian Utara, Tengah, dan Timur pada siang – malam hari.

Suhu udara berkisar antara 22-33 C, dengan kelembaban udara berkisar antara 60-95%. Angin umumnya bertiup dari arah Barat Daya – Barat dengan kecepatan berkisar antara 8-32 km/jam. Sementara itu, tinggi gelombang laut di Perairan Utara Bali berkisar antara 0.25-1 meter, di Perairan Selatan Bali berkisar antara 0.75-2 meter, di Selatan Bali berkisar antara 0.5-2 meter dan Selatan Lombok berkisar antara 0.5-2 meter.

Baca juga:  Korupsi PD BPR Buleleng 45, Aryandri Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Dijelaskan, kondisi ini disebabkan karena sebagian besar wilayah Bali sudah memasuki musim hujan. Indeks ENSO di NINO3.4 : -0.80, yang berarti signifikan terhadap peningkatan hujan harian di wilayah Indonesia.

Suhu muka laut di sekitar wilayah Bali berkisar antara 29-30 C. Selain itu, Kondisi air laut yang hangat memberikan kontribusi penguapan yang cukup pembentukan awan-awan hujan. Massa udara basah terkonsentrasi dari lapisan permukaan hingga lapisan 200 mb (12.000 meter).

Baca juga:  Gempa Guncang Karangasem, Kekuatannya 3,1 SR

Oleh karena itu, diprediksi cuaca 3 hari ke depan cuaca umumnya berawan dan berpotensi hujan ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah Bali. Angin umumnya bertiup dari arah Barat Daya – Barat dengan kecepatan berkisar antara 8 – 32 km/jam.

Tinggi gelombang laut di Perairan Utara Bali berkisar antara 0.25-1.25 meter, di Perairan Selatan Bali, Selatan Bali, dan di Selat Lombok berkisar antara 0.5-2 meter. Masyarakat dihimbau agar tetap waspada  dan berhati-hati terhadap dpak bencana yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrem, seperti banjir genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, dan kilat/petir.

Baca juga:  Pemprov Susun Skema Bantuan untuk Pekerja Pariwisata Terdampak COVID-19

Selain itu, masyarakat umum, nelayan, dan pelaku kegiatan wisata bahari mewaspadai potensi tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di sekitar perairan Selatan Bali. “Waspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah Buleleng, Tabanan, Bangli, dan Karangasem, serta tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter di Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, dan Samudera Hindia Selatan Bali,” pungkasnya. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.