Landscape Gedung BPR Lestari di Sanur. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – BPR Lestari memulai perjalanannya di bisnis perbankan pada tahun 1999 akhir. “November 1999 itu surat persetujuan BI atas akuisisi BPR Sri Artha Lestari.” kata Alex P Chandra, Founder dan CEO PT. Lestari Capital, holding company yang membawahi 7 BPR Lestari Group, saat konferensi pers melalui zoom dengan awak media.

Pada saat itu strategi semua bank hampir sama, yaitu branch banking. Untuk bertumbuh, sebuah bank akan memperbanyak kantor sebagai channel sehingga memberikan kemudahan nasabahnya untuk bertransaksi. Semakin banyak kantor, semakin dekat bank dengan “market”nya, semakin mudah pula para nasabahnya bertransaksi.

Strategi branch banking dilakukan pula oleh BPR Lestari Bali. BPR Lestari Bali memiliki 15 kantor yang tersebar di kawasan strategis wilayah Denpasar dan Badung. “Kami menyebar kantor di kawasan bisnis strategis sehingga para nasabah mudah untuk datang ke kantor melakukan transaksi perbankan. Beberapa kantor tidak terlalu besar namun tetap nyaman dan mudah diakses.” ungkap Pribadi Budiono, Direktur Utama BPR Lestari Bali, yang turut hadir dalam konferensi pers.

Baca juga:  Kompyang Pujawan Minta Generasi Muda Terus Tingkatkan Kompetensi

Landskapnya kini signifikan berubah. Strategi branch banking mulai tidak relevan. Fungsi kantor sebagai tempat bertransaksi mulai digantikan dengan “electronic channel” seperti ATM dan Mobile Banking. “Kami telah mempersiapkannya beberapa tahun lalu, namun semakin masif dilakukan di awal tahun ini. Perilaku konsumen yang ‘digital’ akan semakin terakselerasi pasca pandemi, kata Pribadi.

Strategi branch banking akan direposisi. “Kantor bukan lagi tempat bertransaksi. Transaksi dilakukan via smartphone dan laptop. Sehingga kantor-kantor kecil kami yang banyak tersebut akan ditutup digantikan beberapa Kantor Cabang besar. Kami menyebutnya ‘Super Branch’, fungsinya bukan lagi sebagai tempat bertransaksi. Super branch mengubah kantor menjadi customer engagement centre. Tempat atau pusat bank berinteraksi dengan nasabahnya.”

Baca juga:  Suami Pemotong Kaki Istri Dipenjara Delapan Tahun

“Super branch masih melayani transaksi, namun fokusnya adalah ‘engagement’ ke nasabah,” demikian kata Pribadi.

Setelah sebelumnya meresmikan Kantor Cabang Renon dan Gatot Subroto, dalam waktu dekat BPR Lestari Bali akan meresmikan Kantor Cabang Sanur. “Kantor Cabang Sanur yang terletak di By Pass Sanur adalah Super Branch yang dalam waktu dekat akan kami resmikan.” tambah Pribadi.

Selain melakukan reposisi branch banking, BPR Lestari Bali juga sedang menggenjot inovasi digital. Transfer dari dan ke BPR Lestari serta ke bank lain sebagian besar telah dilakukan secara otomatis dan real time. “Kini hampir 80% transaksi nasabah sudah menggunakan elektronik channel. Lestari Mobile telah digunakan oleh 15 ribu nasabah kami atau lebih dari 50% dari keseluruhan. Elektronik atau digital channel BPR Lestari kini melayani 35 ribu transaksi sebulan.” ungkap Alex.

Baca juga:  Khawatir Pariwisata Bali Makin Terpuruk, Menteri Sandiaga Pertimbangkan FCC untuk Datangkan Wisman

“Not bad buat sebuah bank pasar,” kata Alex sambil tersenyum. “Dan kami yakin ini akan semakin terakselerasi. Tahun depan harusnya bisa 100 ribu transaksi sebulannya.”

Selain transfer, saat ini nasabah juga dapat melakukan penempatan deposito melalui Lestari Mobile secara real time. “Kami menyebutnya DepositoGo. Penempatannya bisa dilakukan kapan saja, termasuk di hari libur. Pembukaan rekening online juga sedang kami siapkan, tinggal nunggu perijinan OJK, semoga awal tahun 2021 bisa kami launch” tutup Alex. (Adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.