Wenten Aryasuda. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Memutus rantai penyebaran COVID-19, pemerintah telah mengeluarkan himbauan untuk melaksanakan 3 M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Walaupun pembelajaran secara daring, siswa harus tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) COVID-19 di rumah.

Penekanan budi pekerti penting dilakukan agar siswa menjadi anak yang cerdas dan berkarakter. Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. I Gede Wenten Aryasuda mengimbau orangtua siswa agar tetap sabar mendampingi putra-putrinya dalam belajar di rumah. Juga ikut memberikan penekanan pada aspek karakter, budi pekerti, kesantunan, serta tingkah laku yang baik.

Baca juga:  Turun ke Dua Digit, Ini Dua Kabupaten yang Nihil Tambahkan Kasus COVID-19 Baru

“Orangtua juga hendaknya tetap memantau anak-anak agar tidak keluyuran di luar rumah dan selalu mengingatkan agar putra-putrinya disiplin menerapkan protokol kesehatan,” ujar Wenten Aryasuda, Selasa (15/12).

Dikatakan, penekanan pada aspek karakter, budi pekerti, kesantunan, serta tingkah laku yang baik, sangatlah penting, agar anak-anak menjadi suputra. Yakni, anak yang patuh pada Guru Swadiyaya (Tuhan Yang Maha Esa) dengan menaati perintah dan larangan-Nya. Patuh dan bakti pada Guru Rupaka (orangtua), patuh pada Guru Pengajian (guru di sekolah) dan patuh pada Guru Wisesa (pemerintah).

Selama pembelajaran daring, guru di sekolah sesungguhnya telah melakukan penekanan pada aspek itu agar siswa lahir menjadi insan yang cerdas dan berkarakter. Dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, guru mengedukasi siswa dengan menghimbau agar mematuhi protokol kesehatan, mengurangi keluar rumah jika tidak perlu karena wabah Corona masih menghantui.

Baca juga:  Terkait Pembelajaran Tatap Muka, Ini Kata Kadisdikpora Bali

Siswa juga diedukasi agar mengurangi mengerjakan hal yang tidak penting, dan menggantinya dengan belajar serta selalu berdoa atau sembahyang untuk memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar terhindar dari wabah penyakit. Itu dilakukan oleh guru di awal pembelajaran dan di saat menutup pelajaran.

Lalu, bagaimana kesiapan sekolah menyongsong belajar tatap muka, yang direncanakan Januari 2021? Wenten Aryasuda menyampaikan, sekolah yang dipimpinnya telah
menyiapkan ruangan yang memadai untuk belajar tatap muka.

Baca juga:  Selama di Pengungsian, Anak-anak Terhibur dan Tak Merasa Bosan

Pihaknya juga menambah tempat cuci tangan, hand sanitizer, tangki penyemprotan disinfektan, dan membentuk Satgas COVID di sekolah. Dengan persiapan yang demikian, ditambah dengan siswa disiplin menerapkan prokes di rumah dan di sekolah, diharapkan COVID-19 tak lagi menyebar.

Sehingga kondisi makin membaik dan belajar tatap muka di sekolah terus bisa dilakukan. (Subrata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *