Direktur Utama RSUP Sanglah, dr. I Wayan Sudana, M.Kes. (BP/edi)

DENPASAR, BALIPOST.com – Terkait merebaknya COVID-19, RSUP Sanglah mulai menghentikan seluruh kegiatan pendidikan dan praktek yang dilakukan oleh peserta didik. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan dari peserta didik ini.

“Saat ini semua bentuk kegiatan pendidikan dan praktek lapangan oleh peserta didik dihentikan untuk sementara, sampai waktu yang ditentukan kemudian. Kecuali para residence yang langsung menangani pasien,” kata Direktur Utama RSUP sanglah, dr I Wayan Sudana, M. Kes., Senin (16/3).

Baca juga:  Empat Tersangka Narkoba Diringkus Polisi, Satu Diantaranya Perempuan

Dikatakan Sudana, mulai Minggu (15/3) di lingkungan RSUP Sanglah sudah dilakukan penyemprotan disinfektan terutama di tempat-tempat yang rawan terhadap virus. Sementara kata dia, untuk disinfeksi di ruangan isolasi Nusa Indah, sudah terus dilakukan tiga kali sehari.

Untuk memberikan dukungan kepada petugas yang memberikan perawatan di ruang isolasi Nusa Indah, pihaknya terus memberikan suport khusus. Yakni dengan memberikan asupan gizi yang bervariasi setiap saat dan pemberian vitamin-vitamin tambahan untuk menjaga stamina para petugas. “Dengan demikian para petugas diharapkan tetap vit, tetap semangat, tetap bugar melayani pasien dalam pengawasan COVID-19,” harapnya.

Baca juga:  Kasatgas COVID-19 Bali Angkat Bicara Soal Warga Tuakilang yang Disebut Positif

Untuk jumlah pasien yang dirawat saat ini, hingga Senin (16/3) ada 11 PDP COVID-19 masih dirawat. Dari jumlah itu, 5 WNI dan 6 WNA. Dari 11 pasien ini, semuanya menunggu hasil lab dari Litbangkes Jakarta. “Sementara saat ini semua kondisi pasien membaik dan diharapkan keluar hasil negatif dan bisa segera dipulangkan,” ucapnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN