Gubernur Koster memberikan pemaparan dalam Rapat Paripurna, Kamis (26/11). (BP/rin)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali Wayan Koster memberikan penjelasan terkait pinjaman daerah untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pinjaman sebesar Rp 1,5 triliun akan dipergunakan untuk pengadaan dan pematangan lahan, serta pembangunan fisik dalam rangka pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Gunaksa, Klungkung.

“Jadi, di awal tahun 2021 kita akan membebaskan lahannya, melunasi pengadaan lahan, kemudian langsung mematangkan,” ujarnya dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Kamis (26/11).

Baca juga:  Penjualan UMKM Bali Bangkit Tembus Rp 1 Miliar

Koster menambahkan, pembangunan beberapa unit yang menjadi inti dari kawasan Pusat Kebudayaan Bali rencananya mulai dilakukan akhir tahun 2021. Lebih lanjut dikatakan, besaran pinjaman dana PEN telah memperhitungkan kemampuan pengembalian dan kepastian untuk tetap bisa melanjutkan program-program prioritas dalam RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali 2018-2023.

“Saya sama sekali tidak ada kekhawatiran berkaitan dengan PEN ini, karena ini sebenarnya kan ngambil uang duluan tanpa bunga. Jadi, infrastruktur makin cepat dibangun,” jelasnya.

Baca juga:  Wakili BNN, Gubernur Koster Serahkan Penghargaan ke Desa Pemogan

Menurut Koster, semakin cepat infrastruktur dibangun maka akan semakin bagus dan hal itu akan meringankan beban di tahun-tahun berikutnya. Apalagi yang akan dibangun adalah satu kawasan produktif dan akan menjadi legacy bersama bagi Bali.

Baik dari sisi kebudayaan, maupun sumber pengembangan perekonomian baru di kawasan tersebut. “Astungkara ini berjalan dengan lancar, Provinsi akan menambah aset dengan nilai yang cukup besar. Jadi ini (pinjaman PEN, red) satu kesempatan luar biasa yang harus kita manfaatkan,” imbuhnya.

Baca juga:  Pengungsi di Kubu Masih Bertahan

Koster mengaku telah berkoordinasi secara intensif supaya realisasinya bisa dipercepat. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.