Tangkapan layar peta sebaran COVID-19 di Tabanan. (BP/kmb)

TABANAN, BALIPOST.com – Klaster keluarga masih menambah jumlah kasus baru positif COVID-19 di Kabupaten Tabanan. Selain itu juga ada tenaga kesehatan.

Dari data yang dirilis Kamis (19/11) ada sebanyak 14 orang terkonfirmasi positif. Akumulasi kasus positif COVID-19 di Kabupaten Tabanan sampai saat ini sebanyak 959 kasus. Pada hari ini juga ada tambahan 16 pasien sembuh.

Koordinator Bidang Informasi Publik Satgas Penanganan COVID-19 Tabanan, I Putu Dian Setiawan menyampaikan, beberapa hari terakhir penambahan kasus memang mengalami lonjakan. Selain karena didominasi klaster keluarga juga dikarenakan kesigapan dalam melakukan tracing ataupun kontak erat dari pasien positif sebelumnya.
“Klaster keluarga ini yang harus menjadi perhatian bersama, karena jika satu saja terpapar di lingkungan keluarga, jika protokol kesehatan diabaikan maka akan menulari semua keluarga,” ucapnya.

Baca juga:  Bertambah Puluhan Ekor, Babi Mati Mendadak di Tabanan

Untuk penambahan kasus baru kali ini, dua orang diantaranya tenaga kesehatan baik yang berprofesi sebagai dokter ataupun petugas laboratorium kesehatan. Adapula sebagai karyawan swasta serta pelajar. “Jika dilihat dari data kondisi yang dilaporkan, sebagian besar tanpa gejala, hanya dua saja yang disertai gejala seperti demam, batuk dan lemas,” terangnya.

Upaya menekan angka penyebaran COVID-19 terus gencar dilakukan. Bahkan kini satgas di tiap desa juga sudah mulai kembali melakukan aksi nyata untuk membantu pemerintah dalam hal mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan di wilayahnya masing-masing.

Baca juga:  Ada Banyak Tambahan Kasus, Tabanan Tetapkan Salah Satu RS Swasta Jadi Klaster COVID-19

“Selama kegiatan pendisiplinan masyarakat oleh tim, masih didapati warga masyarakat yang salah pakai masker, dan sudah langsung diberikan pembinaan,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.