Made Mudarta. (BP/rin)

DENPASAR, BALIPOST.com – DPP Partai Demokrat telah membentuk Satgas serta melakukan survey dan pemetaan pada 6 kabupaten/kota yang melaksanakan Pilkada serentak 2020 di Bali. Menurut hasil survey dan pemetaan, 3 daerah harus digenjot lebih keras untuk bisa memenangkan pasangan calon (paslon) yang diusung Partai Demokrat.

“Yang kami perlu genjot lebih keras, utamanya Denpasar, Tabanan, Jembrana. Kalau yang lain memang relatif sudah berada pada posisi aman,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat Bali, I Made Mudarta disela-sela Rapat Koordinasi Daerah Partai Demokrat, di Denpasar, Selasa (3/11).

Baca juga:  Mengintip LHKPN Cakada di Bali, Siapakah yang Terkaya?

Untuk diketahui, Partai Demokrat mengusung paslon I Gede Ngurah Ambara Putra-Made Bagus Kertha Negara di Denpasar, paslon Anak Agung Ngurah Panji Astika-Dewa Nyoman Budiasa di Tabanan, dan paslon I Nengah Tamba – I Gede Ngurah Patriana Krisna di Jembrana. Kemudian di Karangasem mengusung paslon IGA Mas Sumatri-I Made Sukerena, paslon Sang Nyoman Sedana Artha-I Wayan Diar di Bangli, dan paslon I Nyoman Giri Prasta-I Ketut Suiasa di Badung.

“Sisa waktu yang tersedia 36 hari ini, seluruh kader Demokrat di Bali total hukumnya untuk bekerja keras membantu memenangkan paslon yang diusung Partai Demokrat,” imbuh Mudarta.

Baca juga:  Ajak Hidup Sehat, Dandim Serahkan Bantuan Jamban ke Warga

Lebih lanjut dikatakan, Satgas Pilkada yang sudah dibentuk akan mengawal proses Pilkada sampai akhir. Pihaknya juga merekrut dan menyiapkan saksi terlatih.

Mereka bertugas untuk menyampaikan kepada masyarakat agar datang ke TPS, serta mengamankan suara yang diraih paslon. “Jangan sampai ada pelanggaran-pelanggaran Pilkada, tidak sesuai dengan PKPU sebagaimana yang diatur oleh KPU,” jelasnya.

Mudarta menambahkan, tantangan pesta demokrasi di masa pandemi Covid-19 lebih banyak dan sulit. Utamanya menyangkut tingkat partisipasi pemilih.

Baca juga:  "Coast Trail Run" akan Digelar di Pantai Pandawa

Hasil survey Partai Demokrat, tingkat partisipasi pemilih di Indonesia termasuk Bali sangat rendah. Di Denpasar misalnya, sekitar 70 persen masyarakat masih belum memastikan siapa yang akan mereka pilih.

Tingkat golput bahkan diprediksi diatas 30 persen. Kemudian di Jembrana, pihaknya mesti bekerja keras menggarap 18 persen swing voter yang akan menentukan kemenangan di bumi makepung.

“Dibutuhkan strategi khusus oleh tim kampanye, paslon maupun relawan termasuk Partai politik yang bergabung di dalamnya untuk bekerja ekstra keras,” terangnya. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.