Pjs. Bupati Badung Ketut Lihadnyana saat menerima Kepala Balai Latihan Masyarakat Denpasar Kementerian Desa, Dadang Suyatna di Puspem Badung, Jumat (23/10). (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dalam menggerakkan partisipasi masyarakat desa, diharapkan agar Balai Latihan Masyarakat (BLM) Kementerian Desa mampu memfasilitasi pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan. Caranya melalui proses pendampingan maupun pendekatan kepeloporan agar tergugah untuk mendayagunakan segenap potensi yang ada secara mandiri.

“Pentingnya peran BLM di masa pandemi ini untuk mendorong masyarakat desa bangkit secara ekonomi dan sosial dalam menggerakkan berbagai kegiatan di tengah pedesaan, sehingga terwujud masyarakat yang sehat, mandiri dan sejahtera,” kata Pjs. Bupati Badung Ketut Lihadnyana didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Komang Budi Argawa saat menerima Kepala Balai Latihan Masyarakat Denpasar Kementrian Desa, Dadang Suyatna di Puspem Badung, Jumat (23/10).

Baca juga:  Wabup Suiasa : Pemerintah dan Stakeholder Pariwisata Bersinergi Cari Solusi

Menurut Lihadnyana di masa pandemi ini Badung sangat terdampak karena industri pariwisata yang menghela banyak sektor sedang terpuruk. Untuk itu pihaknya juga meminta kepada BLM Denpasar untuk mengoptimalkan peran serta pendamping desa, kecamatan dan kabupaten, agar melakukan inovasi dengan memanfaatkan dana desa dalam program ketahanan ekonomi masyarakat, disamping untuk mitigasi pandemi.

“Di saat seperti ini pendamping desa memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan ekonomi berbasis desa dengan mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki oleh desa, untuk itu pendamping desa harus inovatif dan kreatif,” pesannya.

Baca juga:  Saksikan Keindahan Nusantara lewat Devdan Show

Kepala BLM Denpasar Dadang Suyatna menyampaikan untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat desa pasca pandemi, pihaknya akan turun kedesa dengan memberikan pendampingan dan pelatihan secara online dan offline. Hal ini dilakukan agar peserta pelatihan dapat meningkatkan wawasan dan kapasitas dalam mengembangkan dirinya sebagai kader yang berperan aktif dalam mendorong partisipasi warga bergerak bangkit secara ekonomi dan sosial.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan Dinas PMD Badung untuk memetakan potensi desa yang ada di wilayah Kabupaten Badung, mengingat Badung merupakan kabupaten yang bertumpu pada pariwisata. Sehingga kita bisa mengetahui pelatihan apa yang cocok di saat pandemi Covid-19 ini,” kata Dadang Suyatna.

Baca juga:  Pegawai Bapenda Badung Pakai Masker, Ada Apa?

Sementara itu Kepala Dinas PMD Badung Komang Budi Argawa mengungkapkan, untuk akselerasi pemulihan ekonomi masyarakat desa, PMD akan menjalin kerjasama secara intensif dengan BLM Denpasar dengan memberikan pelatihan dan pendampingan pemberdayaan ekonomi dan sosial kepada masyarakat berbasis potensi lokal. “Di samping memberikan pelatihan, kita akan optimalkan peran serta pendamping desa maupun kecamatan. Pendamping desa harus memiliki kompetensi dalam mendorong pengembangan ekonomi basis desa. Untuk itu pendamping harus berperan aktif dalam memetakan potensi yang ada di setiap wilayahnya,” kata mantan Kabag Hukum ini. (Adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.